30 June 2022, 20:03 WIB

Ukraina Bersukacita Usai Kuasai Kembali Pulau Ular


Cahya Mulyana | Internasional

AFP
 AFP
Foto satelit Pulau Ular

UKRAINA menyambut gembira penarikan pasukan Rusia dari Pulau Ular, sebuah pulau strategis sekaligus pos lalu lintas kapal di Laut Hitam. Moskow menyatakan keputusan tersebut untuk menghormati PBB yang meminta pembukaan akses pengiriman gas bumi Ukraina.

"KABOOM! Tidak ada lagi pasukan Rusia di Pulau Ular. Angkatan Bersenjata kami melakukan pekerjaan dengan baik," kata Kepala Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Andriy Yermak, dalam akun Twitter-nya, Kamis (30/6).

Sementara Rusia melalui Kementerian Pertahanan mengonfirmasi penarikan pasukan dari pulau yang telah diduduki sejak 25 Februari itu untuk menolong dunia. Dengan kelonggaran di Pulau Ular, Ukraina dapat mengekspor produk pertanian.

Baca juga: Pemuda Katolik Apresiasi Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia

Pada Rabu (29/6), Rusia siap untuk bekerja dengan PBB dalam memerangi risiko krisis pangan global. Keputusan itu diambil Rusia usai percakapan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Yermak mengklaim penguasaan Pulau Ular oleh pasukan negaranya berkat perlawanan bukan berasal dari niat baik Rusia. Komando militer selatan Ukraina menulis di Facebook bahwa pasukan Rusia telah dievakuasi dengan dua kapal setelah operasi yang melibatkan unit rudal dan artileri. (France24/OL-5)

BERITA TERKAIT