30 June 2022, 09:57 WIB

Antisipasi Ancaman Rusia, NATO Bangun Kekuatan Baru


Cahya Mulyana | Internasional

AFP/Mihai Barbu
 AFP/Mihai Barbu
Tentara

NATO memperluas penempatan pasukan dengan kesiapan tinggi untuk mengantisipasi ancaman Rusia. Strateginya dengan penempatan lebih dari 300 ribu atau bertambah 40 ribu tentara mulai 2023.

Seluruhnya akan diberikan kemampuan mengatasi serdadu Rusia. Mereka menggantikan pasukan respon cepat NATO. Model baru ini menyerupai cara pasukan NATO diorganisasikan selama perang dingin.

Pada saat itu, negara-negara sekutu ditugaskan untuk mempertahankan sektor-sektor tertentu di perbatasan antara Jerman Barat dan Timur.

"Hari ini, para pemimpin NATO memutuskan perubahan mendasar dalam pertahanan dan pencegahan kami untuk menanggapi realitas keamanan baru," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

"Pasukan tempur di bagian timur aliansi hingga tingkat brigade ditingkatkan. Sebuah brigade memiliki sekitar 3.000 hingga 5.000 tentara, sedangkan batalion, unit yang membentuk kelompok pertempuran di masa lalu, biasanya memiliki antara 300 hingga 1.000 tentara," paparnya.

Baca juga:  Putin Tuduh NATO Ambil Untung dari Konflik di Ukraina

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berterima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyetujui Finlandia dan Swedia menjadi anggota NATO. Biden, dalam sambutan singkat sebelum pertemuan mereka di sela-sela KTT NATO di Madrid juga berterima kasih kepada Erdogan karena membantu mengeluarkan gandum dari Ukraina.

Erdogan mengatakan dia berharap diplomasi akan membantu memecahkan masalah seputar ekspor gandum Ukraina.(Aljazeera/OL-5)

BERITA TERKAIT