29 June 2022, 22:17 WIB

Gereja Jerusalem Kutuk Langkah Yudaisasi Israel di Tanah Dekat Al-Aqsa


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Mosab Shawer.
 AFP/Mosab Shawer.
Seorang pelaku unjuk rasa Palestina bertopeng terlihat selama bentrokan dengan pasukan Israel.

KOMITE Kepresidenan Tinggi Urusan Gereja di Palestina pada Selasa (28/6) mengutuk keputusan Kementerian Kehakiman Israel untuk mendaftarkan kepemilikan tanah Palestina yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa. Kantor berita Petra melaporkan itu sebagaimana dilansir Palestine Chronicle.

Komite mengatakan bahwa tindakan itu merupakan bagian dari rencana Israel untuk mengontrol kota suci dan melakukan Yudaisasi sebagai persiapan untuk menetapkan lebih banyak fakta ilegal di lapangan. "Israel dan pemukim ekstremisnya mengadopsi taktik geng kriminal untuk memaksakan kendali mereka atas lingkungan kota suci," komite menjelaskan.

Para pejabat gereja menuduh Israel menggunakan cara ilegal untuk mengendalikan daerah-daerah vital di Kota Tua Jerusalem yang diduduki seperti Gerbang Al-Khalil, Alun-Alun Omar Bin Al-Khattab, dan Hotel Petra dan Imperial. Mereka mengutip rencana dan upaya Israel untuk mengusir penduduk Palestina Jabal Al-Mukabber, Silwan, dan Sheikh Jarrah.

"Orang Palestina Muslim dan Kristen akan tetap tangguh di ibu kota mereka, Jerusalem," ujar mereka berkeras. "Dan akan mempertahankannya dengan darah mereka. Mereka juga akan mempertahankan warisan dan sejarah mereka di kota suci."

Baca juga: Petinggi Universitas Top Israel Kunjungi Singapura Kolaborasi Penelitian

Komite menyerukan masyarakat internasional dan pemerintah Arab untuk menekan otoritas pendudukan Israel agar menghentikan kejahatan mereka terhadap rakyat Palestina, tanah mereka, dan tempat-tempat suci mereka. (OL-14)

BERITA TERKAIT