29 June 2022, 12:42 WIB

Puluhan Pengunjung Mal di Kremenchuk, Ukraina, Dilaporkan Hilang


Cahya Mulyana | Internasional

Genya SAVILOV / AFP
 Genya SAVILOV / AFP
Petugas membersihkan reruntuhan gedung Mal Amstor di Kota Kremenchuk, Ukraina, Selasa (28/6), yang dihantam roket dari militer Rusia. 

PETUGAS pemadam kebakaran terus melakukan pencarian di pusat perbelanjaan Amstor yang berada di tengah Kota Kremenchuk, Ukraina.

Otoritas setempat mengatakan, 36 orang hilang setelah rudal Rusia menyerang bangunan tersebut dan menewaskan 18 orang.

Di wilayah Dnipropetrovsk, gubernur setempat mengatakan tim evakuasi mencari warga yang terjebak di antara puing-puing bangunan. Ia menuduh serangan dilancarkan negara musuh, Rusia.

Pihak Ukraina menduga Rusia menargetkan pembunuhan warga sipil di Kremenchuk. Namun, hal ini dibantah Moskow yang mengatakan, tujuan mereka adalah depot senjata terdekat, dan mengklaim gedung pusat belanja itu kosong.

Baca juga: Kunjungi Ukraina dan Rusia, Indonesia Buka Jalan Rekonsiliasi

Gubernur Regional Dnipropetrovsk, Valentyn Reznychenko, mengatakan Rusia menembakkan enam rudal, tiga di antaranya ditembak jatuh. Infrastruktur kereta api dan perusahaan industri dihancurkan.

Serangan di Kremenchuk memicu gelombang kecaman global. Kerabat yang hilang berbaris di sebuah hotel di seberang jalan dari reruntuhan pusat perbelanjaan itu. Aksi ini di tengah tim evakuasi berjibaku membersihkan puing-puing bangunan.

Orang dewasa dan anak-anak yang beberapa di antara mereka menangis, menyalakan lilin dan meletakkan bunga sebagai penghormatan kepada kerabat yang meninggal dunia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan misilnya mengenai gudang senjata terdekat yang menyimpan senjata yang dikirim blok Barat. Ledakan itu menyebabkan kobaran api yang menyebar ke gedung terdekat termasuk mal.

Rusia menggambarkan pusat perbelanjaan itu tidak terpakai dan kosong. Namun hal itu dibantah oleh kerabat korban tewas dan hilang, serta puluhan korban selamat yang terluka.

Ludmyla Mykhailets mengatakna, ia sedang belanja di sana bersama suaminya ketika serangan dilancarakan.

"Saya serasa terbang dan serpihan bangunan menghantam seluruh tubuh saya," katanya sembari dalam perawatan di rumah sakit.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Moskow sebagai negara teroris. Namun Rusia tetap membantah sengaja menargetkan warga sipil dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengusir jutaan orang dari rumah mereka. (AFP/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT