28 June 2022, 12:31 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin Pastikan Hadir di KTT G20


Adiyanto | Internasional

Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP
 Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP
Presiden Ri Joko Widodo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT ASEAN di Singapura, pada tahun 2018.  

Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan menghadiri pertemuan puncak (KTT) G20 yang akan berlangsung di Bali pada November mendatang.

Yury Ushakov, penasehat Putin mengatakan Presiden Joko Widodo telah mengundang Putin untuk berpartisipasi dalam KTT G20 di Bali pada 15-16 November mendatang dan Putin telah menerima undangan tersebut. Meski begitu, detail kunjungan masih dipersiapkan.

"Ya, kami telah mengonfirmasi (undangan), Partisipasi kami (di KTT G20) sudah pasti," ucap Ushakov kepada wartawan di Moskow, seperti dikutip kantor berita Rusia, TASS, Senin (27/6).

Meski begitu, Ushakov masih belum bisa memastikan apakah Putin akan menghadiri KTT itu secara langsung atau melalui tautan video.

"Saya harap di tengah situasi pandemi seperti ini akan tetap bisa menghadiri forum penting seperti ini secara tatap muka. Namun, saya menghindari berspekulasi," ucap Ushakov.

Ushakov menegaskan, masalah ini akan menjadi agenda kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Moskow pada 30 Juni mendatang.

"Kami berterima kasih atas undangannya dan mengatakan bahwa kami akan tertarik untuk berpartisipasi. Masih banyak waktu yang tersisa. Kita lihat saja nanti," tutup Ushakov.

Sebelumnya, Ukraina, Volodymyr Zelensky baru-baru ini menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia pada November 2022.

Meski demikian, kehadirannya bukan secara langsung, melainkan secara virtual. Kesiapan Presiden Zelensky ini disampaikan dalam acara forum komunikasi bertajuk "Heart-to-Heart"..

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan mahasiswa di Indonesia, yang digelar secara daring oleh komunitas hubungan internasional terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jumat (27/5).

Seperti diketahui, sejak Februari lalu Rusia dan Ukarina hingga hari ini masih berkonflik. Rusia yang dianggap menginvasi tetangganya itu mendapat kecaman dari negara-negara barat. Namun, Indonesia yang menganut politik bebas aktif, bersikap netral terkait konflik tersebut. (M-4)

 

 

 

BERITA TERKAIT