27 June 2022, 23:30 WIB

RI Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi dengan Jerman


Andhika Prasetyo | Internasional

ANTARA/Biro Pers Setpres/Laily Rachev
 ANTARA/Biro Pers Setpres/Laily Rachev
Presiden RI Joko Widodo sebelum diantar menuju lokasi KTT G-7 dengan  helikopter militer tipe Sikorsky CH53 milik Jerman, Senin (27/6).

PRESIDEN Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz di sela-sela KTT G7 di Elmau, Jerman, Senin (27/6). Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin negara membahas upaya penguatan kerja sama ekonomi dan terkait Presidensi G20 Indonesia.

"Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan Eropa, peluang kerja sama ekonomi Indonesia dan Jerman sangat besar. Kami berupaya mencapai kesepakatan di sektor energi baru dan terbarukan serta sektor industri teknologi tinggi," ujar Jokowi.

Di sektor energi baru dan terbarukan, Kepala Negara berharap Jerman bisa menjadi mitra dalam mengolah potensi 474 Gigawatt yang bersumber dari energi ramah lingkungan di Tanah Air.

Terkait sektor industri teknologi tinggi, Jokowi menyampaikan Indonesia telah menyiapkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir yaitu dari pertambangan dan peleburan nikel hingga produksi baterai dan mobil listriknya.

Ia melihat ada potensi kerja sama yang begitu besar dalam pengembangan industri semikonduktor dan menjadikan industri ini bagian dari rantai pasok chip global.

"Indonesia juga siap untuk menindaklanjuti kerja sama pembangunan German Industrial Quarter yang nantinya dapat menjadi basis produksi dan rantai pasok global," ucap mantan Wali Kota Surakarta itu.

Tidak lupa, Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada Jerman atas dukungan yang diberikan terhadap Presidensi Indonesia di G20. Di tengah situasi dunia yang sangat kompleks dan sulit, kedua negara diharapkan mampu menunjukkan aksi nyata dalam G7 dan G20 sehingga pemulihan ekonomi yang berkelanjutan bisa terwujud.


Baca juga: Presiden Jokowi dan PM Modi Bahas Kerja Sama Pangan

 

Pada hari yang sama, Jokowi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela KTT G7. Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin negara fokus membahas situasi di Ukraina.

Jokowi menyampaikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan Presiden Macron demi mewujudkan perdamaian di negara yang sedang terlibat konflik dengan Rusia itu.

"Kita semua paham situasi sangat kompleks. Namun kita perlu terus upayakan penyelesaian secara damai. Jika perang berlanjut, krisis pangan yang terjadi saat ini akan semakin memburuk," ujar Jokowi.

Selain membahas konflik di Ukraina, Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Prancis terhadap Presidensi G20 Indonesia. Macron merupakan salah satu pemimpin negara yang memberi support besar bagi Indonesia untuk bisa memegang tongkat keketuaan di 2022 ini.

"Saya menyampaikan apresiasi dan kami meyakini G20 akan sukses dan dapat menghasilkan kerja sama konkret," ucapnya.

Di luar itu, Jokowi dan Macron juga membahas sejumlah upaya kerja sama di bidang ekonomi, pertahanan, dan industri strategis. (S-2)

BERITA TERKAIT