27 June 2022, 21:10 WIB

Presiden Dorong G7 Investasi di Sektor Energi Bersih di Indonesia


Andhika Prasetyo | Internasional

ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout
 ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) dan Perdana Menteri India Narendra Modi (kanan) berada di helikopter militer tipe Sikorsky CH53.

PRESIDEN Joko Widodo mengajak negara-negara G7 untuk berkontribusi memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Tanah Air. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam sesi working lunch dengan topik perubahan iklim, energi, dan kesehatan, pada KTT G7, di Elmau, Jerman, Senin (27/6).

“Negara-negara G7 harus memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium,” ucap Jokowi.

Menurut kepala negara, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat besar.

Hanya saja, Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mengolah semua itu. Terutama untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

Baca juga: Menkominfo dan Dubes Bulgaria Bahas Potensi Kerja Sama Sektor Digital

“Indonesia membutuhkan setidaknya US$25-30 miliar untuk transisi energi hingga delapan tahun ke depan. Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru,” sambung mantan wali kota Solo itu.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan bahwa di Indonesia dan juga di negara-negara berkembang lainnyanrisiko perubahan iklim sangat nyata. Apa lagi, Indonesia adalah negara kepulauan dengan total lebih dari 17.000 pulau. Risikonya bukan hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga membuat petani dan nelayan dalam kesulitan.

“Dukungan semua negara G7 di Presidensi Indonesia di G20 sangat kami harapkan. Sampai bertemu di Bali. Terima kasih,” ujar Presiden mengakhiri sambutannya. (OL-4)

BERITA TERKAIT