24 June 2022, 20:38 WIB

Iran Tanggapi Tuduhan Israel tentang Rencana Pembunuhan di Turki


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Pers Iran.
 AFP/Pers Iran.
Saeed Khatibzadeh.

IRAN pada Jumat (24/6) menepis tuduhan konyol oleh Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid saat kunjungan ke Ankara bahwa republik Islam itu merencanakan serangan anti-Israel di Turki.

"Tuduhan tak berdasar, konyol, dan bagian dari rencana yang dirancang sebelumnya untuk menghancurkan hubungan antara kedua negara Muslim," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh dalam suatu pernyataan. "Diharapkan dari Turki untuk tidak tinggal diam menghadapi tuduhan memecah belah ini," katanya.

Baca juga: Israel Apresiasi Turki Gagalkan Rencana Pembunuhan Intel Iran

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid pada Kamis berterima kasih kepada Turki karena menggagalkan dugaan rencana pembunuhan intelijen Iran terhadap turisnya di Istanbul. "Kami tidak hanya berbicara tentang pembunuhan turis Israel yang tidak bersalah, tetapi juga pelanggaran yang jelas terhadap kedaulatan Turki oleh teror Iran," kata Lapid.

Media di Turki telah melaporkan penangkapan delapan orang yang diduga bekerja untuk sel intelijen Iran yang berencana membunuh turis Israel di Istanbul. Iran dan Israel telah terlibat dalam perang bayangan selama bertahun-tahun tetapi ketegangan meningkat menyusul serangkaian insiden tingkat tinggi yang dituduhkan oleh Teheran kepada Israel.

Baca juga: Turki Tangkap Delapan Terduga Intelijen Iran Targetkan Turis Israel

Republik Islam itu menuding Israel atas pembunuhan Kolonel Garda Revolusi Sayyad Khodai di rumahnya di Teheran pada 22 Mei. Dua anggota Garda senior lain juga tewas--satu terkait kecelakaan yang dilaporkan dan yang lain terkait penembakan--dalam sebulan terakhir.

Khatibzadeh menekankan bahwa Iran akan menanggapi secara paksa, "Pembunuhan dan tindakan sabotase oleh rezim Zionis," tetapi, "Tanpa mengancam keamanan warga sipil dan keamanan negara lain." Israel pekan lalu mendesak warganya untuk meninggalkan Turki karena bahaya nyata dan langsung yang datang dari operasi Iran. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT