23 June 2022, 18:37 WIB

Turki Tangkap Delapan Terduga Intelijen Iran Targetkan Turis Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Yasin Akgul.
 AFP/Yasin Akgul.
Dua polisi antihuru-hara Turki berjalan di depan Masjid Biru, Istanbul, pada 14 Juni 2022. 

TURKI menahan delapan orang yang diduga bekerja untuk sel intelijen Iran yang berencana membunuh turis Israel di Istanbul. Media lokal melaporkan itu pada Kamis (23/6).

Delapan orang, yang tidak semua warga Iran, ditahan dalam penggerebekan pekan lalu di tiga rumah di distrik Beyoglu yang populer, Istanbul. Demikian kantor berita swasta IHA melaporkannya.

Israel pekan lalu mendesak warganya untuk segera meninggalkan Turki karena kemungkinan ancaman dari operasi Iran.
Iran dan Israel terlibat dalam perang bayangan selama bertahun-tahun, tetapi ketegangan meningkat menyusul serangkaian insiden tingkat tinggi yang dituduhkan Iran dilakukan oleh Israel.

Baca juga: AS Isyaratkan Ada Kemajuan Arab-Israel dalam Tur Biden

Republik Islam mengeklaim Israel bertanggung jawab atas pembunuhan Garda Revolusi Kolonel Sayyad Khodai di rumahnya di Teheran pada 22 Mei. IHA mengatakan Iran mengirim agen yang menyamar sebagai pengusaha, turis, dan pelajar ke Istanbul untuk membunuh warga Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan Khodai dan serangan lain.

Dikatakan bahwa agen Iran itu terbagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari dua pembunuh. Dengan demikian, mereka dapat melacak target warga Israel dengan lebih baik.

"Para pembunuh bayaran dalam tim itu menetap di dua kamar terpisah di lantai dua dan empat dalam hotel di Beyoglu. Mereka ditahan karena punya banyak senjata dan amunisi," kata IHA.

Baca juga: Dibantu Hizbullah, Hamas Ingin Rujuk dengan Pemerintah Suriah

Penahanan itu kemungkinan untuk menjaga keamanan selama kunjungan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid ke Ankara pada Kamis. Lapid diperkirakan mengambil alih sebagai perdana menteri dari pemerintahan sementara dalam beberapa hari mendatang. Hubungan Turki dengan Israel membaik setelah bertahun-tahun ketegangan dan pariwisata merupakan pusat hubungan ekonomi kedua negara. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT