23 June 2022, 17:30 WIB

Jokowi akan Bertemu Zelensky, Ukraina Segera Gabung ke UE


Mediaindonesia.com | Internasional

MI/Moh Irfan.
 MI/Moh Irfan.
Duta Besar Ukraina untuk Indonesa Vasyl Hamianin (masker hitam). 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev. Pertemuan ini setelah Uni Eropa secara resmi memberikan status kandidat anggota kepada Ukraina menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 atau G7 Summit di Jerman.

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin menyampaikan ucapan syukur bahwa pekan lalu Komisi Eropa merekomendasikan Dewan Eropa untuk memberikan status calon Uni Eropa kepada Ukraina. "Kami menyambut baik keputusan positif yang datang sebagai hasil dari penilaian berdasarkan prestasi dari Ukraina yang menerapkan banyak reformasi dan membuat kemajuan besar di jalur integrasi Eropa," tuturnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (23/6).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan beberapa hari lalu bahwa minggu ini merupakan hari-hari yang bersejarah bagi Ukraina. Tidak saja bagi masa depan Ukraina di Eropa, tetapi masa depan Eropa secara keseluruhan sedang diputuskan.

"Kami menantikan KTT Uni Eropa pada akhir minggu ini yang memberikan status kandidat Uni Eropa kepada Ukraina. Langkah ini akan memberikan harapan bagi rakyat Ukraina di tengah perjuangan kita dan membuktikan bahwa Uni Eropa adalah kekuatan global dengan kekuatan transformatif yang kuat dan positif," tuturnya. 

Dengan keputusan kandidat anggota bagi Ukraina, persatuan Uni Eropa akan diperkuat karena akan membuktikan kepemimpinan dan kesiapan blok itu dalam menghadapi tantangan sejarah yakni agresi Rusia sejak tiga bulan lalu.
Vasyl menjelaskan status kandidat UE akan menempatkan Ukraina ke dalam proyek integrasi Eropa dan mengakhiri dekade ambiguitas usai menyatakan merdeka dari Uni Soviet.

Bagi Uni Eropa, pemulihan hubungan Ukraina dengan negara-negara Eropa secara praktis akan memperkuat visi Eropa yakni utuh, bebas, dan damai. Ini akan menjadi kontribusi terbesar bagi masa depan Eropa selama bertahun-tahun.

Pemberian status akan menjadi langkah politik yang kuat bagi kedua pihak. Bagi Ukraina, keputusan Komisi Eropa akan membawa kemenangan Ukraina lebih dekat dan memberikan sinyal politik yang kuat kepada Rusia bahwa Uni Eropa terus mendukung Ukraina. "Bagi Ukraina, keputusan pemberian status kandidat Uni Eropa akan memberikan dorongan besar untuk transformasi positif lebih lanjut dari negara Ukraina yang sejak 2014 mendapat gangguan dari Rusia," tuturnya.

Meskipun begitu, lanjutnya, Ukraina menyadari bahwa status kandidat UE belum berarti keanggotaan langsung dan masih ada jalan yang harus ditempuh untuk memenuhi kriteria Kopenhagen yang diperlukan. Diketahui Ukraina telah menerapkan sekitar 70% aturan, standar, dan norma Uni Eropa. Kepemimpinan dan masyarakat Ukraina 100% bertekad untuk menerapkan reformasi lebih lanjut agar memenuhi kriteria Kopenhagen.

Kriteria Kopenhagen ditetapkan pada Pertemuan Dewan Eropa di Kopenhagen pada Juni 1993 yang menetapkan suatu negara layak bergabung dengan Uni Eropa. Kriteria tersebut antara lain meliputi adopsi demokrasi, punya dasar hukum, serta menghormati hak asasi manusia dan kaum minoritas. Negara kandidat Uni Eropa menganut asas ekonomi pasar dan punya kapasitas untuk mengatasi tekanan persaingan dan memiliki kemampuan untuk memenuhi semua kwajiban sebaai anggota Uni Eopa. (OL-14)

BERITA TERKAIT