22 June 2022, 09:40 WIB

Rusia Perkuat Militer dengan Uji Coba Rudal Antarbenua Sarmat


 Cahya Mulyana | Internasional

 Handout / Russian Defence Ministry / AFP
  Handout / Russian Defence Ministry / AFP
Rudal balistika antarbenua (ICBM) Sarmat telah diuji coba sebelumnya oleh militer Rusia di Plesetsk, Rusia, pada 20 April 2022 lalu.  

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mengatakan akan memperkuat dan memodernisasi angkatan bersenjatanya. Itu termasuk mengerahkan rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat yang baru diuji pada akhir 2022.

Putin menyampaikan pernyataannya tersebut saat berbincang dengan lulusan akademi militer di tengah invasi berkelanjutan Rusia ke Ukraina.

“Direncanakan bahwa pada akhir tahun, kompleks pertama seperti itu (ICBM) akan digunakan untuk bertempur,” kata Putin.

Rusia mengembangkan ICBM yang bisa membawa lebih dari 10 hulu ledak nuklir. Rusia berhasil menguji coba rudal itu pada April 2022 lalu.

Penggunaan senjata semacam itu akan dilakukan sebagai bagian dari peningkatan militer Rusia yang lebih besar, kata Putin, selain menggunakan sistem pertahanan udara dan pertahanan rudal S-500.

Rusia telah membenahi sistem pertahanan udara dengan tipe terbaru S-500, yang dapat dengan cepat dikerahkan dalam mencegat pesawat jarak jauh, rudal hipersonik, dan ICBM.

Baca juga: Rusia Klaim Semakin Dekat untuk Merebut Severodonetsk

“Kami akan terus mengembangkan dan memperkuat angkatan bersenjata kami, dengan mempertimbangkan potensi ancaman dan risiko militer,” kata Putin, yang memuji pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina karena bertindak dengan keberanian, profesionalisme, seperti pahlawan sejati.

Senjata Unik

Para pejabat negara-negara Barat sebelumnya mengatakan Sarmat akan mengancam dan menjadi tantangan besar bagi keamanan dunia.

Rudal tersebut, yang telah dikembangkan oleh Rusia selama bertahun-tahun, memiliki muatan besar dan jangkauan ekstrem, sehingga kemungkinan besar dapat melewati sebagian besar sistem pertahanan radar dan rudal.

Presiden Rusia sebelumnya memuji rudal Sarmat sebagai senjata yang benar-benar unik dan menjamin keamanan negaranya dari ancaman eksternal.

Dia mengatakan itu akan membuat mereka yang mencoba mengancam Rusia berpikir dua kali.

Pada April, Juru Bicara Pentagon saat itu John Kirby meremehkan pentingnya uji coba rudal tersebut, dengan mengatakan Moskow secara rinci pengembangan rudal tersebut. "Pengujian itu rutin dan itu tidak mengejutkan," kata Kirby. (Aljazeera/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT