21 June 2022, 09:37 WIB

Tiongkok Berkomitmen Promosikan Pembangunan Global


 Fetry Wuryasti | Internasional

 Andrew KUTAN / AFP
  Andrew KUTAN / AFP
.

ANGGOTA Dewan Negara Tiongkok dan Menteri Luar Negeri Wang Yi pada Senin (20/6) menekankan bahwa Tiongkok selalu berkomitmen untuk mempromosikan pembangunan global melalui kerja sama, menerapkan multilateralisme, menjunjung tinggi semangat kemitraan yang terbuka dan inklusif, dan berbagi pengalaman pembangunannya.

Wang membuat pernyataan itu melalui tautan video pada konferensi pers di mana Laporan Pembangunan Global dirilis.

Wang mengatakan bahwa Laporan Pembangunan Global menguraikan kemajuan yang dibuat dan tantangan dalam implementasi Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Ini menunjukkan bahwa dunia harus lebih fokus pada kerja sama pembangunan dan pembangunan kemitraan global, merangkul transformasi digital dan hijau, dan mencapai pembangunan berkelanjutan bersama bagi umat manusia.

"Berdasarkan pengalaman berguna yang dikumpulkan oleh Tiongkok dan negara-negara lain di seluruh dunia, laporan itu juga mengedepankan rekomendasi kebijakan untuk implementasi Agenda 2030 dari delapan aspek," tambahnya.

Baca juga: Tiongkok Bangun Jalur Kereta yang Hubungkan Daratan Asia

Wang mencatat bahwa laporan itu merupakan langkah utama bagi Tiongkok untuk menerapkan Prakarsa Pembangunan Globalnya.

Ia mengatakan, Tiongkok siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mengimplementasikan inisiatif tersebut, mempercepat implementasi Agenda 2030, dan membangun komunitas pembangunan global.

"Pembangunan adalah tema abadi masyarakat manusia dan tolok ukur penting bagi kemajuan zaman," tegas Wang.

"Penyebab pembangunan global telah membuat kemajuan dengan upaya bersama semua pihak, tetapi juga menghadapi tantangan yang tidak terlihat dalam satu abad," katanya.

Wang menunjukkan bahwa prospek dunia untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan sesuai jadwal telah sedikit tertunda karena faktor-faktor termasuk pandemi Covid-19, konflik regional, gulat kekuatan besar dan globalisasi terbalik.

Proses penanggulangan kemiskinan global mengalami kemunduran serius, isu-isu pembangunan semakin terpinggirkan dalam agenda internasional dan kewajiban bantuan negara-negara maju masih jauh dari terpenuhi, katanya.

"Sementara itu, Inisiatif Pembangunan Global Tiongkok memfasilitasi kembalinya isu-isu pembangunan ke agenda inti internasional, membuka "jalur cepat" untuk pembangunan dan menyediakan platform yang efektif bagi semua pihak untuk merapat strategi pembangunan dan memperdalam kerja sama praktis," demikian ungkap Wang.

Dia mengatakan Tiongkok sangat mementingkan pencapaian pembangunan bersama dan telah memimpin dalam merumuskan rencana nasionalnya tentang implementasi Agenda 2030. (CGTN/Try/OL-09)

BERITA TERKAIT