21 June 2022, 09:11 WIB

Tiongkok Bangun Jalur Kereta yang Hubungkan Daratan Asia


Fetry Wuryasti | Internasional

Ist/Xinhua
 Ist/Xinhua
Kereta Tiongkok-Laos melintasi jembatan di atas Sungai Yuanjiang di Provinsi Yunnan, wilayah barat daya Tiongkok.

UPAYA Tiongkok menunjukkan dominasinya di Asia salah satunya membangun dan mengubungkan daratan Asia dengan 'Negara Tirai Bambu' ini.

Tujuannya untuk membuka akses transportasi penumpang dan logistik internasional dengan waktu yang relatif singkat dibandingkan perjalanan mobil dan lebih murah dari penerbangan logistik

Kantor berita Xinhua menyebut stasiun hub kereta api penumpang terbesar di Asia telah mulai dioperasikan pada Senin (20/6) di Beijing, setelah proses rekonstruksi selama empat tahun, dan menghidupkan kembali stasiun kereta api tertua di ibu kota itu.

Stasiun Kereta Api Beijing Fengtai ini terletak di Distrik Fengtai Beijing selatan, dan memiliki 32 rel kereta api dan 32 peron dan mampu menampung maksimal 14.000 penumpang per jam.

Stasiun dibangun pada tahun 1895, sebelumnya digunakan untuk menyediakan layanan penumpang dan barang hingga ditutup pada tahun 2010. Rekonstruksi stasiun dimulai pada 2018.

Ini juga stasiun kereta api pertama di Tiongkok yang memiliki struktur dek ganda, melayani kereta api cepat dan reguler, juga stasiun metro di bawah stasiun kereta api, yang memungkinkan transfer penumpang dengan nyaman.

Operator stasiun mengatakan akan menempatkan 120 kereta ke dalam layanan untuk tahap awal operasi stasiun kereta api.

Baca juga: Tiongkok Dekati Negara BRICS dan Asia Pasifik untuk Tekan Dominasi AS

Tiongkok juga memulai uji coba kereta barang internasional baru dari Chongqing, Tiongkok barat daya, ke Asia Selatan. Rute baru dari Chongqing ke ibu kota Nepal, Kathmandu, dapat menghemat sekitar 20 hari dalam perjalanan dibandingkan dengan rute logistik tradisional.

Kemudian, dengan Myanmar, proses jalur kereta Tiongkok - Myanmar sedang dibangun dan akan dioperasikan pada akhir tahun 2023, untuk menghubungkan Kota Kunming, Provinsi Yunnan, barat daya Tiongkok, dan berakhir di Yangon, kota terbesar Myanmar.

Jalur kereta api sepanjang 1920 kilometer ini merupakan bagian penting dari Jaringan Kereta Api Trans-Asia Barat, dengan kecepatan yang dirancang 140 km / jam (87 mph). Titik perhentian yang direncanakan yaitu Kunming, Ruili, Muse, Lashio, Yangon.

Dengan Laos, Tiongkok baru saja membangun kereta cepat penumpang bernama Lane Xang, yang akan melakukan perjalanan di sepanjang Laos-China Railway atau Boten-Vientiane Railway, pada Oktober 2021.

Kereta ini memiliki jalur sepankang 422,4 km, dan diharapkan dapat meningkatkan pariwisata di Laos dengan lalu lintas penumpang menyumbang sebagian besar lalu lintas di jalur tersebut, dan untuk memangkas biaya transportasi melalui Laos sebesar 30-40 persen dibandingkan dengan perjalanan melalui jalan darat.

Perjalanan antara Vientiane dan Kunming dengan jarak 1.022 km diperkirakan akan memakan waktu kurang dari 10 jam, dibandingkan dengan 30 jam dengan bus. Kereta api itu juga akan menjadi penghubung dalam jaringan kereta api Kunming Tiongkok–Singapura, serta program dalam One Belt One Road Initiative.

Perpanjangan sepur standar berkecepatan tinggi ke Bangkok Thailand juga sedang dibangun dan dijadwalkan selesai pada tahun 2028. (Try/OL-09)

BERITA TERKAIT