20 June 2022, 12:11 WIB

40 Hari Shireen Wafat, Palestina Desak Israel Serahkan Senjata Pembunuhan


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Abbas Momani.
 AFP/Abbas Momani.
Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayeh menghadiri upacara peringatan untuk Shireen Abu Aqleh.

OTORITAS Palestina pada Minggu (19/6) meminta Israel untuk menyerahkan senjata yang diduga melepaskan tembakan yang menewaskan reporter Al Jazeera Shireen Abu Akleh. Abu Akleh ditembak dan dibunuh pada 11 Mei saat meliput operasi tentara Israel di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki.

Penyelidikan Palestina mengatakan bahwa seorang tentara Israel menembak mati reporter veteran Palestina-Amerika itu. Ini menguatkan temuan oleh Al Jazeera dan beberapa organisasi berita besar lain.

Israel telah meminta Otoritas Palestina untuk memberikan peluru yang diambil dari tubuhnya sehingga Israel dapat melakukan penyelidikan balistiknya sendiri. Israel menawarkan untuk melakukannya dengan perwakilan Palestina dan Amerika yang hadir.

"Kami telah menolak untuk menyerahkan peluru itu kepada mereka. Kami bahkan menuntut agar mereka menyerahkan senjata yang membunuh Shireen Abu Akleh," kata Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh pada upacara di kota Ramallah, Tepi Barat, Minggu, untuk memperingati 40 tahun hari kematiannya.

Tentara Israel mengatakan bahwa mereka belum menyimpulkan Abu Akleh--yang mengenakan rompi antipeluru bertanda Pers ketika dia ditembak--dibunuh oleh salah satu pasukannya atau tembakan nyasar Palestina. Tentara menyatakan bahwa tidak ada tentara Israel yang menembaki Abu Akleh karena mengetahui dia seorang jurnalis.

Penyelidikan Palestina menyimpulkan bahwa Abu Akleh dibunuh menggunakan Ruger Mini-14, senjata semiotomatis. Tentara Israel mengatakan penyelidikan atas pembunuhannya berpusat pada seorang tentara yang menembak di dekat daerah Abu Akleh terbunuh.

Baca juga: Pemukim Israel Serang Rumah Warga Palestina dan Lukai Lansia

Saudara laki-laki Abu Akleh, Anton, mengatakan kepada upacara Ramallah--tempat foto-foto reporter ditampilkan--bahwa keluarga itu hanya mencari keadilan untuk Shireen. Tentara Israel mengatakan belum menyimpulkan salah satu tentaranya akan menghadapi tuntutan pidana atas pembunuhan Abu Akleh atau tidak. Namun pengacara militer terkemuka mengatakan tuduhan seperti itu tidak akan mungkin terjadi mengingat keadaan seputar pembunuhannya yang, menurut militer, sama dengan pertempuran aktif.

Pekerja ditembak

Seorang pekerja Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel pada Minggu saat melintasi penghalang keamanan di Tepi Barat yang diduduki, kata sumber-sumber Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pria yang tewas sebagai Nabil Ghanem, 53, dari kota Nablus, Tepi Barat.

Kantor berita resmi Palestina Wafa mengatakan Ghanem termasuk di antara puluhan ribu warga Palestina Tepi Barat yang biasa mencari pekerjaan di Israel. Seorang juru bicara militer Israel mengatakan pasukan telah menembak seorang tersangka yang merusak pagar keamanan.

Baca juga: Ditembaki Roket, Israel Kirim Pesawat untuk Serang Hamas

Upah di pertanian dan lokasi konstruksi Israel jauh lebih tinggi daripada yang dapat dibayar oleh kebanyakan pemberi kerja Palestina di Tepi Barat, wilayah yang diduduki oleh Israel sejak 1967. Pekerjaan di dalam Israel sangat didambakan oleh banyak orang Palestina. Beberapa memiliki izin untuk bekerja di Israel sementara yang lain berusaha untuk menyeberang tanpa izin.

Pembunuhan Ghanem terjadi di tengah lonjakan kekerasan Israel-Palestina. Ketegangan baru-baru ini berkobar lagi sejak tiga warga Palestina, anggota faksi bersenjata, dibunuh pada Jumat oleh pasukan Israel dalam serangan tentara di Jenin. Hamas dan Israel saling mengirim serangan. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT