20 June 2022, 08:50 WIB

Sejumlah Negara Eropa Diterjang Gelombang Panas


Fetry Wuryasti | Internasional

AFP
 AFP
Anak-anak bermain di air mancur untuk menjaga kesejukan di kota Perpignan, Prancis selatan, Jumat (17/6) saat ini gelombang panas melanda er

SPANYOL, Prancis, dan negara-negara Eropa barat lainnya mengalami hari yang terik selama akhir pekan, akibat gelombang panas Juni. Hal ini diperparah dengan beberapa kebakaran hutan yang masih berkobar.

Suhu yang melonjak itu sejalan dengan prediksi para ilmuwan bahwa fenomena ini akan menyerang di awal tahun akibat pemanasan global, dilansir dari Guardian, Senin (20/6).

Layanan darurat menangani beberapa kebakaran hutan pada hari Minggu di Spanyol utara. Pemerintah daerah setempat menyebut kobaran api yang paling mengkhawatirkan terjadi di pegunungan barat laut Sierra de Culebra, yang menghancurkan lebih dari 25.000 hektar (250 juta meter persegi).

Beruntung, ungkap petugas pemadam kebakaran, suhu yang lebih dingin dalam semalam telah membantu meredamnya kobaran api. Penduduk dari sekitar 20 desa yang dievakuasi dari rumah mereka diizinkan pulang Minggu pagi.

Suhu lebih dari 40 derajat Celcius tercatat dialami beberapa bagian Spanyol sepanjang minggu. Secara bertahap suhu mulai turun pada hari Minggu di sebagian besar negara itu. Diperkirakan suhu baru akan mencapai 29 derajat Celsius di Madrid pada hari Minggu.

Kebakaran juga terjadi Jerman, dengan suhu mencapai 38 derajat Celsius di wilayah timur Brandenburg, Thuringia dan Saxony dengan kota timur Cottbus mencetak rekor Jerman baru untuk Juni sebesar 38,7 derajat Celsius.

Satu kebakaran di wilayah Brandenburg di luar Berlin membuat 700 orang dievakuasi, kata pihak berwenang setempat, ketika kobaran api mengancam "tiga perempat" kota Treuenbrietzen.

Sebaliknya, beberapa wilayah utara menggigil dalam suhu 12 derajat Celsius.

Wilayah Vorarlberg barat Austria mencapai rekor musiman 36,5 derajat Celsius di Feldkirch, perbatasan Swiss. Lembaga meteorologi ZAMG negara itu mengindikasikan Juni ini telah melihat dua kali lebih banyak hari melampaui 30 derajat Celsius.

Sebagian besar negara tetangga Swiss mengalami gelombang panas. Otoritas meteorologi mengindikasikan hari Minggu melihat lebih banyak tejadi suhu tinggi, setelah sebelumnya tidak pernah terlihat. Saat Jenewa terik pada suhu 35 derjat Celsius, beberapa kota berada pada suhu 34 derajat Celsius.

Resor tepi laut barat daya Prancis yang populer di Biarritz mengalami suhu tertinggi sepanjang masa Sabtu sore sebesar 42,9 derajat Celsius. Pihak berwenang mendesak kehati-hatian dari pantai barat tengah hingga ke perbatasan Spanyol.

"Ini adalah gelombang panas paling awal yang pernah tercatat di Prancis sejak 1947," kata Matthieu Sorel, seorang ahli klimatologi di Meteo Prancis yang menyebut fenomena cuaca sebagai penanda perubahan iklim. (OL-13)

BERITA TERKAIT