20 June 2022, 08:45 WIB

Xi: Memerangi Korupsi Ibarat Mengikis Racun dari Tulang


Fetry Wuryasti | Internasional

AFP
 AFP
Presiden Tiongkok Xi Jinping mendesak perbaikan terkoordinasi untuk menjamin bahwa para pejabat tidak memiliki keberanian, kesempatan, atau 

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping, sekaligus sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis China (CPC), mendesak perbaikan terkoordinasi untuk menjamin bahwa para pejabat tidak memiliki keberanian, kesempatan, atau keinginan untuk terlibat dalam korupsi.

Xi menuntut kemenangan penuh dalam kampanye anti-korupsi pada hari Jumat saat berbicara dalam sesi studi kelompok Biro Politik Komite Sentral CPC tentang peningkatan kemampuan anti-korupsi, dilansir dari Xinhua.

Pada sesi studi kelompok Biro Politik Komite Sentral Partai CPC pada hari Jumat pekan lalu, Xi, meminta para kader Partai untuk berani untuk menghadapi masalah secara langsung, bersiap untuk 'rasa sakit', dan tetap teguh dalam memerangi korupsi, menghilangkan akar korupsi, serta membersihkan pengaruh negatifnya, untuk memastikan sifat Partai tetap tidak berubah dan negara sosialis berdiri selamanya.

Pembicaraan tentang 'bersiap untuk rasa sakit' dan 'menghilangkan akarnya' dalam bahasa Mandarin adalah referensi ke kiasan populer yaitu "mengikis racun dari tulang", yang sering dikutip oleh Xi ketika dia berbicara tentang perang melawan korupsi.

Idiom itu berasal dari kisah Guan Yu, seorang jenderal pada akhir Dinasti Han Timur Tiongkok (25-220) yang dikenal karena kesetiaan dan keberaniannya dalam pertempuran.

Ketika Guan pernah terluka oleh panah beracun dalam pertempuran, seperti cerita dalam Catatan Tiga Kerajaan, dia meminta seorang dokter merawat lukanya dengan memotong daging dan mengikis racun dari tulang.

Xi merujuk pada idiom itu dalam pidatonya pada sidang pleno Komisi Pusat BPK untuk Inspeksi Disiplin pada 2014 silam. Dia mengatakan seluruh Partai harus menunjukkan keberanian untuk mengikis racun dari tulang dalam membawa kampanye antikorupsi sampai akhir.

Dalam sebuah laporan yang disampaikan Xi di Kongres Nasional CPC ke-19 pada tahun 2017, ia membuat kiasan yang sama ketika ia menekankan pentingnya mempertahankan sikap keras terhadap korupsi.

Sambil mengakui pencapaian dalam perang melawan korupsi, kepemimpinan Tiongkok tahu dengan jelas bahwa situasinya masih sulit dan kompleks. Xi mendesak lebih banyak upaya untuk membawa pertarungan memberantas korupsi sampai akhir. (OL-13)

Baca Juga: Rusia Klaim Semakin Dekat untuk Merebut Severodonetsk

BERITA TERKAIT