16 June 2022, 21:38 WIB

Polisi Israel Tuntaskan Penyelidikan Insiden Pemakaman Jurnalis, ini Hasilnya


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Mohammed Mahjoub.
 AFP/Mohammed Mahjoub.
Wartawan memegang poster jurnalis veteran Al Jazeera Shireen Abu Akleh saat pembukaan Kongres ke-31 Federasi Jurnalis Internasional di Oman.

POLISI Israel mengatakan pada Kamis (16/6) bahwa mereka telah menuntaskan penyelidikan internal terhadap kekerasan di pemakaman jurnalis TV Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang terbunuh. Penyelidikan mereka menghasilkan tanpa merilis temuan apa pun.

Polisi meluncurkan penyelidikan menyusul kecaman internasional setelah peti mati reporter veteran itu hampir dijatuhkan ketika polisi menyerang pengusung jenazah selama pemakamannya bulan lalu.

Ribuan orang menghadiri pemakaman itu di Jerusalem timur yang dicaplok Israel dan gambar-gambar kerusuhan disiarkan langsung di TV. Pihak berwenang Israel menyalahkan pengunjuk rasa Palestina atas adegan buruk itu.

Komandan polisi Kobi Shabtai mengatakan pada Kamis bahwa, "Kami tidak dapat tetap acuh tak acuh terhadap gambar-gambar kasar ini dan kami harus menyelidiki sehingga peristiwa sensitif dari perintah ini tidak diganggu dengan kekerasan oleh para perusuh. Polisi di bawah instruksi saya menyelidiki untuk menilai tindakan pasukannya di lapangan untuk menarik kesimpulan dan meningkatkan kemajuan operasional dalam acara semacam ini," katanya dalam suatu pernyataan.

Hasil penyelidikan disampaikan kepada menteri pekerjaan umum, kata seorang juru bicara polisi. Abu Akleh, seorang jurnalis Palestina-Amerika yang bekerja untuk lembaga penyiaran yang berbasis di Qatar, ditembak dan dibunuh bulan lalu saat meliput operasi tentara Israel di kamp Jenin di Tepi Barat yang diduduki.

Baca juga: Didakwa Bantu Hamas, Eks Kepala World Vision Dapat Hukuman

Penyelidikan Palestina mengatakan bahwa seorang tentara Israel menembak mati dia. Karenanya, penembakan itu digambarkan sebagai kejahatan perang.

Israel telah membantah tuduhan itu. Alasannya, dia bisa saja dibunuh oleh seorang pria bersenjata Palestina.

Saudara laki-laki Abu Akleh, Anton, menolak mentah-mentah penyelidikan polisi atas kerusuhan di pemakamannya. "Kami tidak peduli apa dikatakan atau dilakukan Israel. Semua jelas dari foto-foto itu. Polisi ialah agresornya," katanya kepada AFP. "Mereka berusaha menutupi tindakan dan kesalahan mereka." (OL-14)

BERITA TERKAIT