16 June 2022, 15:01 WIB

Tur Biden pada Juli Diharapkan Tekan Iran Dekatkan Israel-Saudi


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Gil Cohen-Magen.
 AFP/Gil Cohen-Magen.
Yair Lapid.

ISRAEL berharap tur regional oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada bulan depan akan membantu untuk menahan Iran dan mendorong normalisasi hubungan dengan Arab Saudi. Itu dikatakan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, Rabu (15/6).

Lapid mengatakan tur pada 13-16 Juli yang sangat dinanti itu akan membawa Biden terbang langsung dari Israel ke kota Laut Merah, Jeddah, Saudi. Ini diharapkannya menjadi bangunan regional baru yang ditempa oleh keprihatinan bersama tentang Iran.

"Kami mencoba untuk menempatkan Iran di bawah pengepungan, baik dari segi keamanan dan kebijakan, karena Iran merupakan ancaman bagi seluruh kawasan, bukan hanya Israel," kata Lapid. "Oleh karena itu, semua tindakan yang kami ambil di kawasan, terutama terkait kunjungan yang sama pentingnya dengan kunjungan Presiden Biden ke Israel dan Arab Saudi, harus dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya ini."

Baik Israel dan Arab Saudi telah menentang upaya internasional yang lemah untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia yang ditinggalkan compang-camping oleh keluarnya AS sepihak 2018 di bawah pendahulu Biden, Donald Trump. Sejak intervensi militernya di negara tetangga Yaman pada 2015, Arab Saudi telah diserang berulang kali oleh pemberontak Houthi menggunakan teknologi rudal dan drone yang dikatakan telah disediakan oleh Iran.

Baca juga: Israel Penjarakan 450 Anak Palestina pada Tahun Ini

"Serangan ke Arab Saudi tahun lalu hanya membuktikan bahwa Saudi juga menjadi salah satu negara di kawasan yang berada di bawah ancaman Iran," kata Lapid. "Tentu saja semua negara yang berada di bawah ancaman yang sama harus menemukan cara atau setidaknya berpikir bersama tentang yang akan mereka lakukan untuk mengatasi ancaman tersebut."

Perdamaian dengan Saudi

Lapid menolak untuk ditarik pada setiap kontak yang sedang berlangsung dengan Saudi tetapi mengatakan tujuan jangka panjang Israel tetap menjadi perjanjian damai formal. "Seperti negara lain di kawasan ini, kami memiliki kepentingan bersama untuk memastikan bahwa Iran tidak menjadi negara ambang nuklir," katanya.

"Akhirnya yang ingin kami miliki yakni perjanjian damai dengan Arab Saudi seperti yang kami inginkan dengan setiap negara lain di kawasan ini." Israel menandatangani perjanjian yang ditengahi oleh pemerintahan Trump pada 2020 yang menormalkan hubungannya dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab, keduanya sekutu Arab Saudi. Pada tahun itu pula Israel menormalkan hubungan dengan Maroko dan setuju untuk melakukannya dengan Sudan.

Arab Saudi berulang kali mengatakan akan tetap berpegang pada posisi Liga Arab yang berusia puluhan tahun untuk tidak menjalin hubungan resmi dengan Israel sampai konflik dengan Palestina diselesaikan. Biden akan menjadi presiden AS pertama yang terbang langsung ke Arab Saudi dari negara Yahudi itu.

Baca juga: Biden Kunjungi Timur Tengah Bulan Depan, Temui MBS yang Kontroversial

Sebelumnya Trump terbang langsung antara kedua negara dan ketika dia melakukannya pada Mei 2017, dia melakukannya ke arah sebaliknya. "Fakta bahwa presiden akan terbang langsung dari sini ke Arab Saudi mungkin menandakan bahwa ada hubungan antara kunjungan dan kemampuan untuk meningkatkan hubungan di seluruh wilayah," kata Lapid.

Kepulauan Laut Merah 

Dalam beberapa pekan terakhir, pers Israel juga melaporkan bahwa status dua pulau Laut Merah Tiran dan Sanafir dapat menjadi agenda selama Biden mengunjungi. Pulau-pulau tersebut dapat digunakan untuk mengontrol akses ke pelabuhan Israel, Eilat, dan saat ini berada dalam kepemilikan Mesir. Namun Kairo setuju bertahun-tahun yang lalu untuk menyerahkannya ke Arab Saudi dengan imbalan dukungan keuangan.

Di bawah ketentuan perjanjian damai pada 1979 antara Israel dengan Mesir, negara Yahudi harus menandatangani penyerahan yang dimaksud. Ditanya kesepakatan dapat dicapai selama kunjungan Biden, Lapid mengatakan dia tidak mengomentari rumor itu sambil menambahkan bahwa itu bukan tanpa dasar. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT