12 June 2022, 14:45 WIB

Tak Mau Taiwan Merdeka, Tiongkok Siap Berjuang Sampai Akhir


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Sejumlah helikopter menerbangkan bendera nasional Tiongkok.

TIONGKOK siap berjuang sampai akhir untuk menghentikan kemerdekaan Taiwan. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe.

Negara adikuasa itu terkunci dalam perang kata-kata yang berkembang atas pulau demokratis, yang memiliki pemerintahan sendiri. Selama ini, Beijing memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dengan menunggu reunifikasi.

Serangan udara Tiongkok yang sering terjadi di dekat Taiwan telah meningkatkan suhu diplomatik. Pada Sabtu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin menuduh Tiongkok mengacaukan aktivitas militer lewat pidato di KTT Shangri-La Dialogue.

Baca juga: Berjanji Bela Taiwan, Biden Picu Kemarahan Tiongkok

Menteri Pertahanan Wei Fenghe membalasnya dalam pidato berapi-api di acara yang sama. Dia menyebut Beijing tidak punya pilihan selain melawan, jika ada upaya yang bertujuan memisahkan Taiwan dari Tiongkok.

"Kami akan berjuang dengan segala cara dan kami akan berjuang sampai akhir," tegas Wei.

"Tidak seorang pun boleh meremehkan tekad dan kemampuan angkatan bersenjata Tiongkok untuk menjaga integritas teritorialnya," imbuhnya.

Wei pun mendesak pemerintahan Joe Biden untuk berhenti mencoreng Tiongkok. "Berhenti mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok dan berhenti merugikan kepentingan Tiongkok," pungkas dia.

Baca juga: Obati Ketakutan Invasi, Taiwan Gelar Latihan Militer

Selama pidatonya, Austin menekankan pentingnya jalur komunikasi yang sepenuhnya terbuka dengan para pemimpin pertahanan Tiongkok. Hal itu untuk menghindari salah perhitungan.

Ketegangan atas Taiwan telah meningkat di tengah serangan pesawat militer Tiongkok ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) wilayah pulau.

Pada kunjungannya ke Jepang bulan lalu, Joe Biden tampaknya melanggar kebijakan AS dalam beberapa dekade terakhir. Saat menanggapi sebuah pertanyaan, dia mengatakan bahwa Washington akan membela Taiwan secara militer, jika Tiongkok menyerang.(AFP/OL-11)

BERITA TERKAIT