12 June 2022, 13:09 WIB

PBB Gelar Senior Mission Leaders Course di Swedia 


Mediaindonesia.com | Internasional

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Program SML diikuti para pejabat senior dari perwakilan sipil, militer, dan kepolisian dari seluruh dunia berlangsung dari 5-17 Juni.

DI kota Kungsangen, Swedia, para pimpinan misi perdamaian PBB dari 26 negara berkumpul. Mereka tergabung dalam program United Nation Senior Mission Leaders (SML) Course. Program yang diikuti para pejabat senior dari perwakilan sipil, militer, dan kepolisian dari seluruh dunia berlangsung dari 5-17 Juni di pusat pelatihan misi perdamaian Kunsangen.

Sebagai Police Contributing Country atau negara kontributor kepolisian pada misi PBB Brigadir Jenderal Krishna Murti menjadi satu-satunya peserta berlatar belakang police officer dari Asia. Latar belakang para peserta lebih banyak dari organisasi sipil dan militer.

Dari program SML dipersiapkan rekruitmen untuk pengisian jabatan polisi internasional di negara masing-masing maupun sebagai pimpinan misi Perdamaian PBB. SML memperkuat serta memperdalam pengetahuan dan manajemen operasional level pimpinan pada operasi perdamaian PBB. Dalam perspektif yang lebih luas SML juga bermanfaat bagi pengembangan kerjasama kepolisian internasional.

Baca juga: Presiden Palestina Jamu Delegasi AS di Ramallah

Brigjen Krishna Murti kini menjabat sebagai Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri mengonfirmasi keberadaanya di Swedia. Dihubungi via jaringan internasional Krishna hanya menjawab singkat, "Iya saya sedang di Swedia." Mantan Kepala Perencanaan Kepolisian di markas PBB di New York 2011-2013 tidak menjawab lebih jauh soal pertanyaan misi-misi internasional yang sedang dijalani Polri.  

Polri memang sudah lama mengirim kontingen polisi perdamaian di negara konflik. Ini dilakukan seperti ke Timur Tengah, Bosnia di semenanjung Balkan, hingga yang terbaru misi polisi ke Darfur Sudan di Afrika. Prestasi Polri dalam misi perdamaian internasional pun cukup sukses. Bahkan ini membanggakan seperti diakui oleh negara mitra maupun oleh PBB. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT