10 June 2022, 20:52 WIB

Ini Tawaran Solusi dari Indonesia Untuk Atasi Krisis Akibat Perang Rusia-Ukraina


Insi Nantika jelita | Internasional

AFP/Peter Lazar
 AFP/Peter Lazar
Warga Slovakia memberikan bantuan makanan kepada pengungsi asal Ukraina

INDONESIA terlibat dalam mengatasi krisis pangan, energi, dan keuangan global dengan bergabung dalam Champions Group of Global Crisis Response Group (GCRG).

Melalui Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kemenko Perekonomian Ferry Ardiyanto, diutarakan bahwa Indonesia menawarkan bantuan solusi jangka pendek dan panjang terkait perang di Ukraina.

"Dalam jangka pendek kita berkomitmen untuk membantu Ukraina dalam pendistribusian pangan," ungkapnya dalam Media Briefing GCRG, Jumat (10/6).

Lalu, menyiapkan bantuan kemanusiaan dan rute pelayaran alternatif ke Ukraina. Tak hanya itu, Indonesia mengusulkan ada pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Negara-negara Barat telah menampar Rusia dengan rentetan sanksi yang belum pernah terjadi setelah Putin mengirim pasukan ke negara tetangga Ukraina pada 24 Februari. Sanksi itu seperti embargo minyak Rusia, perusahaan ternama dari AS dan Eropa yang hengkang dan lainnya.

Ferry melanjutkan, untuk jangka panjang bantuan solusi dalam perang di Ukraina, Pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi pangan.

"Kemudian menjaga arus perdagangan stabil, ketiga ialah diversifikasi sumber dan konsumsi pangan," ucapnya.

Baca juga : Presiden Zelensky : Serangan Rusia Bak Virus Covid-22

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan, dampak perang Rusia-Ukraina dapat membuat 1,2 miliar penduduk dunia sangat rentan terhadap krisis pangan, energi dan keuangan.

"Jadi 1,2 miliar penduduk sangat rentan. Sebagai contoh di negara-negara Afrika Subsahara itu merupakan wilayah paling terdampak. 1 dari 2 orang Afrika terdampak ketiga krisis itu," ucapnya.

Untuk di Asia Selatan, diperkirakan GCRG ada 500 juta orang yang mengalami dampak krisis pangan dan keuangan yang parah dan kawasan lainnya.

Susiwijono membeberkan, secara khusus Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menghubungi Presiden Joko Widodo pada 23 Mei untuk menyampaikan perkembangan terakhir dari global krisis dari perang berkepanjangan Rusia-Ukraina.

Indonesia melalui GCRG berkomitmen memfasilitasi pembuatan keputusan dan konsensus global untuk memitigasi dan merespon dampak krisis pangan, energi dan keuangan yang akan dibawa ke forum dunia seperti G7 atau G20.

Adapun GCRG beranggotakan 6 kepala negara, yakni Senegal, Denmark, Jerman, Barbados, Bangladesh dan Indonesia yang ditunjuk menjadi Champions GCRG. Sementara itu, Sekjen PBB dan Presiden Senegal (Chair African Union) menjadi Co-Chair dari GCRG. (OL-7)

BERITA TERKAIT