10 June 2022, 16:54 WIB

Israel Serang Posisi Hizbullah di Damaskus Selatan, Warga Terluka


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Jalaa Marey.
 AFP/Jalaa Marey.
Seorang tentara Israel memblokade jalan perbatasan dengan Suriah, menyusul serangan udara Israel di Suriah tengah. 

SERANGAN rudal Israel pada Jumat (10/6) pagi menghantam beberapa sasaran di selatan ibu kota Suriah, Damaskus. Serangan ini melukai setidaknya satu warga sipil.

"Pada pukul 04.20 (waktu setempat) musuh Israel melakukan agresi udara dengan menembakkan peluru kendali dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki," lapor media pemerintah Suriah, SANA. Pertahanan udara Suriah mencegat sebagian besar rudal. 

Namun rudal yang mencapai sasarannya menyebabkan setidaknya satu warga sipil terluka. Ini pun menyebabkan kerusakan sejumlah material.

Baca juga: MA Israel Dukung Penjualan Tanah Gereja Jerusalem kepada Pemukim

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, serangan Israel menghantam gudang senjata milik gerakan Syiah Libanon, Hizbullah, serta kelompok-kelompok lain yang didukung Iran di dekat bandara Damaskus. Pemantau, yang mengandalkan jaringan luas sumber di seluruh Suriah, mengatakan bahwa setidaknya tiga posisi seperti itu terkena sehingga sejumlah orang terluka.

Sejak perang saudara pecah di Suriah pada 2011, Israel melakukan ratusan serangan udara terhadap tetangganya. Negara Yahudi itu menargetkan pasukan pemerintah serta pasukan sekutu yang didukung Iran dan pejuang Hizbullah.

Sementara Israel jarang mengomentari serangan individu, mereka mengakui melakukan ratusan serangan. Militer Israel mengatakan serangan itu diperlukan untuk mencegah musuh bebuyutannya Iran mendapatkan pijakan di depan pintu perbatasannya.

Baca juga: Lawan Rusia, Ukraina Ingin Sistem Pertahanan Iron Dome Israel

Konflik di Suriah dimulai dengan penindasan brutal terhadap protes damai dan meningkat untuk menarik kekuatan asing dan jihadis global. Perang menewaskan hampir setengah juta orang dan memaksa sekitar setengah dari populasi praperang negara itu dari rumah mereka. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT