08 June 2022, 10:31 WIB

PBB: Pendudukan Israel dan Diskriminasi pada Warga Palestina Picu Kekerasan


 Nur Aivanni | Internasional

HAZEM BADER / AFP
 HAZEM BADER / AFP
Seorang lansia Palestina ditangkap tentara Israel saat berunjuk rasa memprotes pengusiran warga Palestina di Yatta, selatan Tepi Barat.

PENDUDUKAN Israel dan diskriminasi terhadap warga Palestina adalah penyebab utama dari siklus kekerasan yang tak berkesudahan. Hal itu disampaikan penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (8/6).

Sebuah tim penyelidik tingkat tinggi, yang ditunjuk tahun lalu oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk menyelidiki semua akar penyebab yang mendasari dalam konflik selama beberapa dekade, menuding Israel dengan tepat.

"Mengakhiri pendudukan tanah oleh Israel tetap penting dalam mengakhiri siklus kekerasan yang terus-menerus," kata mereka dalam sebuah laporan, yang mengecam banyak bukti bahwa Israel tidak berniat melakukannya.

Laporan setebal 18 halaman itu terutama berfokus pada evaluasi garis panjang investigasi, laporan dan keputusan PBB di masa lalu tentang situasi tersebut dan bagaimana serta jika temuan itu diimplementasikan.

"Rekomendasi-rekomendasi dalam laporan-laporan sebelumnya sangat ditujukan kepada Israel," kata pemimpin penyelidik Navi Pillay, yang juga mantan kepala hak asasi PBB dari Afrika Selatan, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Laporan PBB: Mengakhiri Pendudukan Israel Kunci Hentikan Kekerasan

Itu, katanya, adalah indikator dari sifat konflik yang asimetris dan realitas satu negara menduduki yang lain. Para penyelidik, sambungnya, juga memutuskan bahwa rekomendasi tersebut sama sekali tidak dilaksanakan.

"Kurangnya implementasi ini ditambah dengan rasa impunitas, bukti jelas bahwa Israel tidak berniat mengakhiri pendudukan, dan diskriminasi terus-menerus terhadap warga Palestina yang terletak di jantung pengulangan sistematis pelanggaran di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel," tuturnya

Menanggapi itu, Kementerian Luar Negeri Israel pun mengecam seluruh penyelidikan sebagai "perburuan penyihir". Laporan itu, katanya, sepihak dan dinodai dengan kebencian terhadap Israel dan berdasarkan serangkaian panjang laporan sepihak dan bias sebelumnya.

"Itu telah diterbitkan sebagai hasil dari bias ekstrim anti-Israel oleh Dewan Hak Asasi Manusia," katanya. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT