05 June 2022, 21:15 WIB

Biden Diperkirakan Umumkan Kesepakatan Israel, Mesir, Saudi tentang Selat Tiran


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Khaled Desouki.
 AFP/Khaled Desouki.
Resort Laut Merah Mesir Sharm el-Sheikh.

ISRAEL akan menyetujui pengaturan keamanan baru yang memungkinkan Mesir untuk menyerahkan kendali atas dua pulau di Selat Tiran ke Arab Saudi. Presiden Amerika Serikat Joe Biden diperkirakan mengumumkan itu dalam perjalanannya ke wilayah tersebut pada akhir bulan.

Saat ini ada kekuatan multinasional di pulau Tiran dan Sanafir. Kekuatan itu tidak diinginkan Saudi di sana begitu kerajaan menguasai pulau-pulau tersebut.

Di bawah kesepakatan yang akan segera diumumkan, sebagaimana dilansir The Jerusalem Post, Israel akan setuju untuk menempatkan pasukan di tempat yang akan tetap menjadi tanah Mesir, beberapa kilometer jauhnya. Sebagai imbalannya, Saudi akan mengizinkan maskapai Israel terbang di atas wilayah udaranya. Saat ini, hanya penerbangan Israel ke Uni Emirat Arab dan Bahrain yang dapat terbang di atas Saudi serta penerbangan Air India ke dan dari Israel.

Baca juga: AS Tengahi Negosiasi Laut Merah antara Saudi, Israel, Mesir

Pasukan multinasional berpatroli di pulau-pulau, yang terletak strategis di pintu Laut Merah dan satu-satunya rute pelayaran ke Eilat, sejak Israel dan Mesir menandatangani perjanjian damai pada 1979. Kondisi itu terjadi karena mantan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser memblokade Selat Tiran menjelang Perang Enam Hari pada 1967.

Saudi awalnya memberi Mesir kendali atas pulau-pulau itu pada 1950-an. Mesir setuju untuk mengembalikannya dalam beberapa tahun terakhir. Israel juga setuju, pada prinsipnya, pada 2016, tetapi masalah pengaturan keamanan alternatif tidak dapat diselesaikan.

Pemerintahan Biden telah bekerja untuk mewujudkan kesepakatan antara kedua belah pihak, seperti yang pertama kali dilaporkan Axios bulan lalu. Tidak ada pertemuan publik antara Israel dan pejabat Saudi yang direncanakan untuk mengumumkan perjanjian tersebut, tetapi Biden akan mempresentasikannya sebagai pencapaian pemerintahannya selama perjalanannya ke dua negara itu.

Baca juga: Biden Dikabarkan Tunda Perjalanan ke Arab Saudi dan Israel

Meskipun tidak menyangkal negosiasi, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menjelaskan bahwa hubungan diplomatik dengan Israel tidak akan segera terjadi. "Kami selalu melihat normalisasi sebagai hasil akhir untuk jalan menuju perdamaian dengan Palestina," kata bin Farhan di Forum Ekonomi Dunia di Davos minggu ini.

Demikian pula, Menteri Luar Negeri Yair Lapid mengatakan kepada majalah Jerusalem Post dalam wawancara yang akan diterbitkan pada Jumat bahwa normalisasi dengan Arab Saudi akan terjadi dalam langkah kecil.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada acara majalah Foreign Affairs bahwa Arab Saudi ialah mitra penting bagi negaranya dalam menangani ekstremisme di kawasan ini, dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh Iran. "Saya juga berharap dalam melanjutkan proses membangun hubungan antara Israel dan tetangganya, baik yang dekat maupun yang lebih jauh, melalui kelanjutan, perluasan, Kesepakatan Abraham." (OL-14)

BERITA TERKAIT