04 June 2022, 23:30 WIB

Perkuat Komunitas Digital ASEAN, Kemenkominfo Tekankan Transformasi Digital Inklusif


Mediaindonesia.com | Internasional

Dok. Kemenkominfo
 Dok. Kemenkominfo
Staf Khusus Kemenkominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi  dalam UGM-ASEAN Conference 2022

PEMERINTAH Republik Indonesia berupaya mendukung pengembangan komunitas digital di kawasan Asia Tenggara. Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi menyatakan, upaya itu dilakukan dengan menerapkan empat aspek percepatan transformasi digital yang inklusif.

“ASEAN (Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara) merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Dalam mendukung perwujudan komunitas digital ASEAN, Pemerintah Indonesia menekankan pada 4 aspek percepatan transformasi digital. Mulai dari perencanaan strategis, konektivitas, pemanfaatan data, hingga kerja sama luar negeri,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam Konferensi Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara -Universitas Gadjah Mada (UGM ASEAN Conference) 2022, secara virtual dari Jakarta Pusat, Sabtu (04/06/2022).

Mengenai aspek perencanaan strategis, Dedy menyatakan, Kementerian Kominfo telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. 

“Peta jalan ini menjadi panduan strategis demi mewujudkan transformasi digital nasional yang cepat, kuat, dan merata,” tegasnya.

Adapun aspek kedua berkaitan dengan konektivitas. Pemerintah RI terus mendorong penyediaan konektivitas yang memadai dan merata. 

“Untuk menutup kesenjangan digital serta meningkatkan rasio keterhubungan internet antarwilayah,” tutur Dedy.

Menurut Dedy, pemanfaatan data menjadi aspek ketiga dalam percepatan transformasi digital di Indonesia. 

“Peningkatan nilai dan pemanfaatan data dalam kehidupan sehari-hari harus selalu memperhatikan prinsip-prinsip kedaulatan data,” ujarnya.

Mengenai aspek keempat, Dedy menyebutnya sebagai aspek strategis kerja sama luar negeri. 

“Termasuk posisi Indonesia dalam isu transformasi digital di kawasan konsisten dengan posisi Presidensi G20 Indonesia tahun ini,” ungkapnya.

Pemerintah RI proaktif mendukung berbagai kerangka kerja sama yang mendorong pelembagaan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara. Menurut Dedy, Indonesia sebagai salah satu negara anggota dan pendiri ASEAN terus berkontribusi dalam berbagai proses pelembagaan di level.

“Dukungan pelembagaan ini salah satunya melalui keterlibatan Indonesia dalam penyusunan ASEAN Leaders’ Statement on Digital Transformation,” tuturnya.

Baca juga : Kelompok HAM Kecewa atas Hasil Kunjungan Bachelet ke Xinjiang

Dalam salah satu pernyataan bersama yang digagas pada 2021, Indonesia berfokus pada percepatan pemulihan ekonomi dan integrasi ekonomi digital di Asia Tenggara.

“Indonesia tetap akan menjadikan isu ini sebagai salah satu prioritas dalam kepemimpinannya di tahun depan. Harapannya Indonesia dapat menginspirasi negara anggota ASEAN dalam pemulihan ekonomi regional dan dunia, melalui transformasi digital,” jelas Dedy Permadi.

Menurut Dedy, dukungan Indonesia dalam ASEAN Leaders’ Statement on Digital Transformation serta penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia menjadi bukti nyata kontribusi Indonesia pada ASEAN.

“Lewat tema “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mendorong transformasi digital untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang memberdayakan, inklusif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sebagai pengampu Kelompok Kerja Ekonomi Digital (DEWG) dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun ini, Kementerian Kominfo mengangkat tiga isu prioritas yang bersifat cross-cutting. 

Tiga isu tersebut ialah Konektivitas Digital dan Pemulihan Pascapandemi Covid-19, Literasi Digital dan Keterampilan Digital, serta Arus Data Lintas Negara dan Arus Bebas Data secara Terpercaya (Data Free Flow with Trust dan Cross Border Data Flow).

“Indonesia berharap fokus diskusi di DEWG G20 ini dapat berlanjut di forum pembahasan transformasi digital di level ASEAN, sehingga berdampak positif terhadap komunitas digital ASEAN untuk seluruh kalangan. Tak terkecuali kaum muda,” tutur Dedy.

UGM ASEAN Conference 2022 merupakan konferensi tahunan yang digelar oleh UGM ASEAN Society (UGMAS), organisasi mahasiswa UGM yang berfokus pada manajemen pengetahuan seputar ASEAN. Konferensi yang berlangsung secara virtual selama dua hari itu ditargetkan mengkaji dan menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi ASEAN, serta membangun identitas ASEAN di tengah masyarakat lewat ruang diskusi yang inklusif.

Dedy meyakini, perhelatan seperti itu dapat mendorong diskusi dan produksi pengetahuan yang akan mendorong proses pembuatan kebijakan yang berfokus pada ASEAN.

“Terutama untuk mewujudkan komunitas digital ASEAN yang semakin terkoneksi. Semoga sukses untuk seluruh rangkaian. Indonesia Terkoneksi: Makin Digital Makin Maju!,” tegasnya.

Hadir dalam sesi diskusi panel Assistant Director Sekretariat ASEAN sekaligus Head of the Analysis and Monitoring Division pada ASEAN Political-Security Community (APSC), Raymund Quilop dan Pendiri Indonesia Cyber Security Summit (ICSS) Ardi Sutedja. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT