04 June 2022, 14:37 WIB

Pasukan Junta Militer Myanmar Bakar Ratusan Rumah Warga 


Nur Aivanni | Internasional

Handout / Free Burma Rangers / AFP
 Handout / Free Burma Rangers / AFP
Foto yang dirilis 4 Mei 2022 menunjukkan rumah warga yang hancur diserang militer Myanmar di Distrik Doo Tha Htoo, Kayin, Myanmar. 

PASUKAN junta militer Myanmar telah membakar ratusan rumah selama serangan tiga hari di utara negara itu, kata media lokal dan penduduk saat militer menyerang untuk menghancurkan perlawanan terhadap kekuasaannya.

Wilayah Sagaing telah menyaksikan pertempuran sengit dan pembalasan berdarah sejak kudeta tahun lalu, dengan anggota Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) setempat bentrok secara teratur dengan pasukan junta.

Para pengamat mengatakan milisi informal telah mengejutkan pasukan junta dengan keefektifannya dan militer dalam banyak kesempatan menyerukan serangan udara untuk mendukung pasukannya di darat.

Baca juga: Uni Eropa Kecam Vonis Penjara 5 Tahun Suu Kyi oleh Pengadilan Junta Myanmar

Pasukan membakar ratusan bangunan di desa Kinn, Upper Kinn dan Ke Taung selama tiga hari pekan lalu, menurut penduduk setempat dan laporan media.

Pada 26 Mei 2022, penduduk desa di Kinn melarikan diri ketika tentara mendekat dan mulai menembak ke udara, kata seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

"Keesokan paginya kami melihat asap mengepul dari desa kami sebelum mereka pergi. Lebih dari 200 rumah terbakar. Rumah saya terbakar habis, hanya fondasi beton yang tersisa," katanya.

Rekaman drone yang diperoleh AFP menunjukkan gumpalan asap membubung ke langit dari desa-desaitu, terletak di sepanjang sekitar delapan kilometer bentangan sungai Chindwin.

Wartawan verifikasi digital AFP mengonfirmasi bahwa rekaman itu tidak muncul secara daring sebelum pekan lalu, tetapi tidak dapat memverifikasi laporan secara independen dari wilayah tersebut.

"Tentara menyerbu dan menghancurkan rumah kami," kata warga desa Ke Taung, Aye Tin, yang meminta untuk menggunakan nama samaran.

"Dan mereka juga membakar perahu motor yang kami gunakan untuk transportasi dan membawa makanan untuk desa kami, termasuk perahu saya," katanya.

Gambar satelit dari badan antariksa AS NASA menunjukkan kebakaran di lokasi yang cocok dengan desa Ke Taung dan Kinn pekan lalu.

Sebelumnya, junta telah menolak klaim bahwa pasukannya telah membakar rumah, dengan menuduh pejuang PDF "teroris" memulai kebakaran. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT