02 June 2022, 09:35 WIB

WHO Sebut Wabah Covid-19 di Korut Kemungkinan Semakin Memburuk


Nur Aivanni | Internasional

AFP/KIM WON JIN
 AFP/KIM WON JIN
petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh warga

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO), pada Rabu, menyesalkan mereka tidak memiliki akses data tentang wabah covid-19 di Korea Utara, tetapi menganggap krisis itu semakin dalam, bertentangan dengan laporan "kemajuan" yang disampaikan Pyongyang.

Korea Utara, yang mengumumkan kasus virus korona pertamanya pada 12 Mei, mengatakan wabah covid-nya telah dikendalikan pada pekan lalu. Media pemerintah pun melaporkan adanya penurunan kasus.

Tetapi, direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mempertanyakan klaim itu.

"Kami berasumsi bahwa situasinya semakin buruk, bukan lebih baik," katanya kepada wartawan, meskipun mengakui bahwa negara itu hanya memberikan informasi yang sangat terbatas.

"Saat ini kami tidak dalam posisi untuk membuat penilaian risiko yang memadai dari situasi di lapangan," ucapnya.

"Sangat, sangat sulit untuk memberikan analisis yang tepat kepada dunia ketika kami tidak memiliki akses ke data yang diperlukan," imbuhnya.

Sementara itu, Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk covid-19, mengatakan, negara itu telah mencatat lebih dari tiga juta kasus suspek covid, meskipun laporan resmi hanya menyebutkan kasus "demam".

Korean Central News Agency (KCNA) yang dikelola pemerintah melaporkan pada Kamis pagi sekitar 96.600 "kasus demam" dalam 24 jam, dengan total 3,8 juta kasus sejak akhir April. Tidak ada kematian baru yang diumumkan, dengan 69 kematian hingga akhir pekan lalu.

Baca juga: Wabah Covid-19 Terkendali, Korea Utara Batalkan Lockdown

Itu adalah penghitungan harian ketiga berturut-turut kurang dari 100.000, turun dari yang tertinggi 390.000 kasus harian pada pertengahan Mei, lapor kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Meskipun memiliki salah satu sistem kesehatan terburuk di dunia, KCNA melaporkan pada Kamis bahwa lebih dari 95% kasus telah pulih.

"Ada banyak yang pulih yang telah dilaporkan, tetapi ada informasi terbatas yang kami dapatkan dari negara saat ini," kata Van Kerkhove.

Sementara Direktur Kedaruratan WHO Ryan menekankan pentingnya mengekang wabah di negara miskin itu.

"Kami telah menawarkan bantuan dalam beberapa kesempatan. Kami telah menawarkan vaksin pada tiga kesempatan terpisah. Kami terus menawarkan," ungkapnya.

WHO telah berulang kali memperingatkan agar tidak membiarkan virus penyebab covid-19 menyebar tanpa terkendali, antara lain karena kemungkinan besar akan bermutasi dan menghasilkan varian baru yang berpotensi lebih berbahaya.

"Kami tidak ingin melihat penularan penyakit ini secara intens pada populasi yang rentan, dalam sistem kesehatan yang sudah melemah," tutur Ryan.

"Ini tidak baik untuk rakyat (Korea Utara). Ini tidak baik untuk kawasan. Ini tidak baik untuk dunia," pungkasnya.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT