30 May 2022, 16:42 WIB

Tiongkok Gagal Capai Kesepakatan dengan Negara Kepulauan Pasifik


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Menlu Tiongkok Wang Yi (tengah) saat pertemuan dengan negara Kepulauan Pasifik.

PEMBICARAAN Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dengan 10 negara Kepulauan Pasifik gagal mencapai kesepakatan. Dalam hal ini, terkait kesepakatan keamanan yang lebih luas.

Sebuah pertemuan puncak virtual para pemimpin dan menteri luar negeri diperkirakan untuk membahas proposal, yang secara radikal meningkatkan keterlibatan Tiongkok. Itu mencakup aspek keamanan, ekonomi dan di politik Pasifik Selatan.

Namun upaya itu tampaknya gagal, setelah beberapa pemimpin regional menyuarakan keprihatinan yang mendalam. "Seperti biasa, kami mengutamakan konsensus," kata co-host dan Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama setelah pertemuan dengan Tiongkok. 

Baca juga: Pemimpin Empat Negara Bertemu Bahas Kekuatan Militer Tiongkok

Pihaknya menekankan bahwa kesepakatan luas akan diperlukan sebelum menandatangani perjanjian regional baru. Wang berada di Ibu Kota Fiji, Suva, sebagai upaya diplomatik selama 10 hari. 

Menjelang kunjungannya, Tiongkok mengusulkan sebuah pakta yang akan membuat Beijing melatih kepolisian Kepulauan Pasifik. Sehingga, dapat terlibat dalam keamanan siber dan memperluas hubungan politik.

Lalu, melakukan pemetaan laut yang sensitif dan mendapatkan akses lebih besar ke sumber daya alam. Sebagai daya tarik, Beijing siap menawarkan bantuan keuangan jutaan dolar, serta prospek perjanjian perdagangan bebas Tiongkok-Kepulauan Pasifik.

Baca juga: Cegah Ekspansi Tiongkok, UE Tambah Kewaspadaan di Indo-Pasifik

Berikut, akses ke pasar Tiongkok yang luas yang berpenduduk 1,4 miliar orang. Sebelum pertemuan itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirim pesan bahwa Tiongkok akan menjadi "saudara yang baik" bagi kawasan tersebut.

Namun dalam sebuah surat kepada para pemimpin regional lainnya, Presiden Negara Federasi Mikronesia David Panuelo memperingatkan bahwa perjanjian yang diusulkan Tiongkok "tidak jujur". Serta, memastikan pengaruh Tiongkok dalam pemerintahan dan kontrol ekonomi dari pelaku industri utama.

Kekuatan Barat telah menentang langkah Tiongkok ke kawasan Kepulauan Pasifik. Departemen Luar Negeri AS memperingatkan negara-negara Pasifik Selatan agar waspada terhadap kesepakatan yang tidak jelas, dengan sedikit transparansi.(AFP/OL-11)

BERITA TERKAIT