28 May 2022, 10:07 WIB

Massa Desak Pemerintah AS Batasi Izin Penggunaan Senjata Api


Cahya Mulyana | Internasional

Brandon Bell/AFP
 Brandon Bell/AFP
 Wayne LaPierre CEO dan Executive vice president National Rifle Association (NRA).

Sekelompok pengunjuk rasa yang marah atas penembakan siswa sekolah dasar di Texas berkumpul di luar gedung yang tengah menggelar konvensi tahunan Asosiasi Senapan Nasional (NRA), di Houston. Mereka meminta pembatasan izin penggunaan senjata api sambil membawa foto-foto korban penembakan.

"NRA pergi, dan malu lah kalian semua pada anak-anak Anda," ujar para pengunjuk rasa saat iring-iringan ratusan anggota NRA tiba di aula untuk mengikuti konvensi tersebut.

Penembakan fatal merenggut 19 siswa dan dua guru sekolah dasar di Uvalde, Texas, oleh pria berusia 18 tahun dengan menggunakan senapan serbu semi-otomatis jenis AR-15. Uvalde terletak sekitar 280 mil (450 km) di sebelah barat Houston.

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Senator AS Ted Cruz, seorang Republikan Texas, dijadwalkan akan menyampaikan sambutan secara langsung di acara tersebut.

Dua pembicara lainnya, Gubernur Texas Greg Abbott dan Letnan Gubernur Dan Patrick akan memberikan sambutan secara virtual. Patrick mengatakan akan mewakili para keluarga korban insiden di Uvalde dalam acara tersebut.

Para peserta berbelanja kaos dan topi bertema NRA, yang penjualannya membantu membiayai program grup. Acara ini menyuguhkan ratusan produk dari produsen senjata mulai dari pistol, senapan berburu hingga senapan serbu.

Tim Hickey, seorang veteran Korps Marinir yang menghadiri acara tersebut, menolak protes tersebut. “Orang-orang ini adalah boneka dan domba bagi media. Mereka tidak mengubah pikiran siapa pun, ”katanya.

Kevin Kimbell, penduduk daerah Houston dan anggota tetap NRA, yang bergabung dengan kelompok itu di perguruan tinggi pada usia 20, mengatakan dia mengharapkan acara ini digelar sederhana untuk menghormati keluarga korban insiden di Uvalde.

Seorang pengunjuk rasa, Johnny Mata meminta NRA untuk menghentikan konvensi dan mengadakan upacara penghormatan bagi para korban di Uvalde. “Mereka memiliki keberanian untuk tidak membatalkan sehubungan dengan keluarga-keluarga ini," kata Mata, yang mewakili kelompok advokasi Greater Houston Coalition for Justice.

NRA harus "berhenti menjadi bagian dari pembunuhan anak-anak di sekolah-sekolah Amerika," pungkasnya.

Keputusan NRA untuk melanjutkan pertemuan tahunan terbesarnya adalah bagian dari strategi selama puluhan tahun untuk melawan tekanan untuk kontrol senjata yang dimulai dari penembakan Columbine High School tahun 1999 di Colorado. Konvensi yang digelar pada akhir pekan ini menjadi pertemuan tahunan pertama NRA yang memiliki lima juta anggota setelah dua kali pembatalan karena pandemi covid-19. (France24/OL-12)

BERITA TERKAIT