27 May 2022, 18:13 WIB

Zelenskyy Harap G20 Hentikan Agresi Rusia


Cahya Mulyana | Internasional

Matt Dunham / POOL / AFP
 Matt Dunham / POOL / AFP
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskyy 

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan menghadiri G20, November tahun ini di Bali. Dirinya mengharapkan forum tersebut dapat menghentikan agresi Rusia di negaranya.

"Saya berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang mengundang saya ke forum G20 dan forum ini semoga bisa memberikan solusi bagi dunia dan persoalan di Ukraina," ujarnya pada acara yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bertajuk Dari Hati-ke-Hati: Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy Menyapa Indonesia, Jumat (27/5).

Namun Zelenskyy mengaku tidak bisa hadir ke forum tersebut secara langsung. Sebagai presiden dan panglima tertinggi harus tetap berada di negaranya yang tengah diserang Rusia.

"Saya tidak dapat menghadiri acara itu langsung karena harus tetap berada di tengah rakyat saya. Saya akan bergabung dengan saluran virtual," katanya.

Dia meyakini para pemimpin negara-negara yang tergabung dalam G20 memiliki komitmen menjadi stabilitas keamanan dan ekonomi dunia. Jika itu diwujudkan dapat menjadi jalan keluar bagi negara dan keluar dari cengkraman Rusia.

Baca juga: Ukraina Deklarasikan Invasi Rusia sebagai Genosida

"Saya yakin G20 akan menjadi ruang diskusi bersahabat untuk membangun stabilitas dan perdamaian dunia," tegasnya.

Rusia Tak Berniat Berunding

Zelenskyy mengatakan Rusia tidak memiliki itikad baik di meja perundingan. Moskow hanya menipu dunia seolah ingin mengakhiri agresi di Ukraina dengan mengirimkan delegasi.

Padahal, kata dia, Rusia hanya mengulur waktu dengan perundingan untuk merapatkan barisan serdadunya yang tercecer, menambah pasokan senjata dan menentukan sasaran serangan ke daerah lain di Ukraina.

"Rusia tidak memberikan uluran tangan atau tanda-tanda ingin mengakhiri agresinya. Mereka menyukai perang, kehancuran dan ribuan nyawa melayang. Itu sebabnya kita berbeda dengan mereka," tutupnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT