27 May 2022, 10:40 WIB

Aaree, Sungai Bening dengan Arus Kuat


Cahya Mulyana | Internasional

westend61.de
 westend61.de
Ilustrasi

Sungai Aaree di mana anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmiril Khan Mumtadz hilang terbawa, rupanya memiliki arus panjang 295 km (183 mil) yang memiliki pesona tersendiri. Sungai ini diisi air pirus yang bening dan memiliki latar belakang gedung-gedung tua yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Setiap musim panas sungai yang mengalir di tiga sisi kota Bern itu menjadi tujuan wisata.

Titik awal sungai itu berada di pegunungan Alpen Bernese di kanton Bern, di bawah Finsteraarhorn, sebelah barat Grimsel Pass dan di bagian selatan-tengah Swiss.

Aliran air Aaree mengalir ke utara melewati Meiringen, sungai memotong Ngarai Aare yang indah. Setelah berbelok ke barat, sungai ini meluas ke Danau Brienz glasial.

UNESCO juga mengakui bahwa melompat ke sungai terpanjang di Swiss itu merupakan tradisi. Sungai ini memiliki sejumlah spot yang menggiurkan bagi pecinta alam.

Tidak jauh dari sumbernya di wilayah Grimsel, sungai ini melintasi jurang Aare yang sangat berukir, hingga kedalaman 200 meter di dekat Meiringen.

Namun semua keindahan itu dihinggapi bahaya yang serius karena arusnya sangat kuat. Sejumlah peristiwa korban hilang karena arus sungai Aare banyak terungkap.

Bahkan Pemerintah Swiss pada 2021 bagi pengunjung sungai itu supaya tidak berenang. "Berenang liar tidak diizinkan di banyak sungai karena kualitas air yang buruk dan karena akan sulit bagi pihak berwenang untuk memastikan keselamatan perenang," ujarnya di situs resmi Kementerian Luar Negeri Swiss.

Terkait hilangnya Emmiril Khan Mumtadz, saat ini KBRI Bern telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk proses pencarian. Upaya pencarian langsung dilakukan pada Kamis (26/5) dengan menyusuri Sungai Aare dan akan terus dilanjutkan pada Jumat (27/5).  (Berbagai sumber/OL-12)

BERITA TERKAIT