26 May 2022, 16:45 WIB

Satu Orang Tewas dalam Kecelakaan Unit Penelitian Pertahanan Iran


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Atta Kenare.
 AFP/Atta Kenare.
Wanita Iran mengangkat potret kolonel Pengawal Revolusi Sayyad Khodai selama prosesi pemakamannya di alun-alun Imam Hussein di Teheran.

IRAN mengatakan pada Kamis (26/5) bahwa seorang insinyur tewas dalam kecelakaan di unit penelitian pertahanan di daerah dekat Teheran. Unit ini menampung kompleks militer yang sebelumnya diteliti oleh pengawas nuklir PBB.

Insiden Rabu (25/5) malam itu terjadi beberapa hari setelah seorang kolonel di Garda Revolusi, badan ideologis militer Iran, ditembak mati di dekat rumahnya di Teheran timur. Musuh bebuyutan Iran, Israel, mengatakan kepada Amerika Serikat bahwa mereka berada di balik operasi itu, The New York Times melaporkan. Pejabat Iran menyalahkan agen AS dan sekutunya atas pembunuhan pejabat paling tinggi di Iran sejak 2020.

Kementerian pertahanan Iran mengatakan sedang menyelidiki peristiwa di unit penelitian di daerah Parchin, tenggara ibu kota Teheran. "Pada Rabu malam, dalam kecelakaan yang terjadi di salah satu unit penelitian kementerian pertahanan di daerah Parchin, insinyur Ehsan Ghad Beigi menjadi martir dan salah satu rekannya terluka," kata kementerian itu dalam pernyataan singkat.

"Investigasi penyebab kecelakaan ini sedang berlangsung." Media pemerintah sebelumnya melaporkan bahwa satu orang tewas dan lainnya terluka dalam kecelakaan industri di Parchin.

Kompleks Parchin diduga menjadi tempat pengujian bahan peledak konvensional sebelumnya yang dapat digunakan untuk meledakkan hulu ledak nuklir. Kabar ini telah berulang kali dibantah Iran.

Situs itu berada di bawah pengawasan baru oleh Badan Energi Atom Internasional pada 2015. Ketika itu Teheran mencapai kesepakatan penting dengan negara-negara besar bahwa ia setuju untuk menekan kegiatan nuklirnya di bawah pengawasan PBB dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Iran sebelumnya menolak akses IAEA ke Parchin. Ia berkeras bahwa itu situs militer yang tidak terkait dengan kegiatan nuklir apa pun. Namun kepala badan tersebut saat itu, mendiang Yukiya Amano, melakukan kunjungan.

Baca juga: Israel Akui Berada di Balik Pembunuhan Kolonel Iran

Pada Juni 2020, ledakan tangki bensin di area publik dekat kompleks itu mengguncang ibu kota yang berjarak 30 kilometer (20 mil). Ledakan itu tidak menimbulkan korban, kata kementerian pertahanan saat itu.

Program nuklir Iran menjadi sasaran kampanye sabotase, serangan siber, dan pembunuhan ilmuwan kunci yang dituduhkan kepada Israel. Para pemimpin Israel berulang kali menolak untuk mengesampingkan tindakan militer demi mencegah Iran mengembangkan bom atom. Iran secara konsisten membantah ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir, berkeras bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya untuk tujuan damai. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT