24 May 2022, 22:35 WIB

Israel Klaim Gagalkan Rencana Hamas Bunuh Anggota Parlemen Yahudi


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Menahem Kahana.
 AFP/Menahem Kahana.
Anggota parlemen sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir berdoa di Tembok Barat di Kota Tua Yerusalem pada 31 Maret 2022.

PASUKAN keamanan Israel mengatakan kelompok Hamas di Jerusalem merencanakan serangkaian serangan terhadap sasaran warganya, termasuk membunuh seorang anggota parlemen sayap kanan Yahudi yang kontroversial. Menurut badan keamanan internal Shin Bet, lima anggota Hamas dari Jerusalem timur yang dicaplok merencanakan pembunuhan anggota parlemen Itamar Ben-Gvir, mengebom light rail Jerusalem dengan drone, dan menculik tentara.

Salah satu dari lima, yang ditangkap selama April, "Membentuk jaringan aktivis di Jerusalem yang bertujuan mengganggu perdamaian di Jerusalem timur dan Temple Mount selama Ramadan, kata pernyataan Shin Bet. Bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa yang bergejolak, yang disebut oleh Israel sebagai Temple Mount, menewaskan seorang warga Palestina dan melukai hampir 300 orang selama April ketika Ramadhan jatuh tahun ini. Kebanyakan dari korban luka ialah warga Palestina.

Kelimanya juga ikut serta dalam kerusuhan di kompleks masjid, kata Shin Bet. Dikatakan petugas menyita pesawat tak berawak yang mereka duga untuk digunakan sebagai bom. Beberapa dari mereka yang ditangkap juga menjalani pelatihan menembak.

Kementerian kehakiman mengajukan tuntutan itu pada Selasa (24/5) terhadap Rashid Rishq, Mohammad Salaymeh, dan Hamzah Abu-Nab. Mereka termasuk bersekongkol untuk membunuh dan menculik, bersekongkol untuk mengebom, menjadi anggota organisasi teror, menyerang seorang petugas polisi, dan mengganggu perdamaian, menurut lembar dakwaan. Sofian Ajlouni dan Mansour Safdi akan segera didakwa juga, kata juru bicara Shin Bet kepada AFP. 

Baca juga: Israel Nilai Tentaranya yang Bunuh Jurnalis Al Jazeera tidak Bersalah

Ben-Gvir, pendukung paling vokal di parlemen tentang kehadiran Yahudi di Jerusalem timur, termasuk kompleks masjid Al-Aqsa, menuduh para pemimpin Israel mendorong kekerasan terhadapnya. "Bukan rahasia lagi bahwa dalam beberapa bulan terakhir, (Menteri Luar Negeri Yair) Lapid dan (Perdana Menteri Naftali) Bennett menghasut untuk melawan saya," katanya dalam suatu pernyataan. "Orang-orang dari kiri harus ingat bahwa kata-kata bisa membunuh!"

Ben-Gvir, terinspirasi oleh mendiang rabi ekstremis Meir Kahane yang gerakan Kachnya ingin mengusir warga Arab Israel, terkenal karena mengacungkan lencana Cadillac dari mobil perdana menteri Itzhak Rabin beberapa minggu sebelum pembunuhannya pada 1995. "Seperti kita mencapai simbol ini, kita juga bisa menghubunginya," sesumbar Ben Gvir saat itu. (OL-14)

BERITA TERKAIT