24 May 2022, 09:14 WIB

Pemimpin Empat Negara Bertemu Bahas Kekuatan Militer Tiongkok


Cahya Mulyana | Internasional

Handout / AUSTRALIA DEFENCE FORCE / AFP
 Handout / AUSTRALIA DEFENCE FORCE / AFP
Angkatan Bersenjata Australia merilis foto pada 13 Mei lalu, tampak Kapal Perang Tiongkok berlayar di barat laut dari wilayah Australia.

PEMPIMPIN Jepang, India, Australia, dan Amerika Serikat (AS) bertemu di Tokyo menyepakati komitmen melawan pertumbuhan ekonomi dan kekuatan militer Tiongkok.

Dalam Konfetensi Tingkat Tinggi (KTT) Empat Negara (Quad) untuk menanggapi kebijakan Beijing yang meningkatkan kekuatan militer di sekitar wilayah yang disengketakan, termasuk Taiwan.

Pada Senin (23/5), Presiden AS Joe Biden memperingatkan Tiongkok supaya menangguhkan aktivitas militer di sekitar pulau yang memiliki pemerintahan sendiri, yang dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayahnya itu. Biden mengatakan Washington akan siap untuk campur tangan secara militer dalam membela Taiwan.

Jepang juga mengeluarkan sikap serupa AS tentang langkah militer Beijing dengan meminta menyudahi status quo atas Taiwan.

Tokyo bermitra dengan Washington untuk memantau aktivitas angkatan laut Tiongkok.

Baca juga: Obati Ketakutan Invasi, Taiwan Gelar Latihan Militer

Tiongkok bersengketa dengan Jepang atas Pulau Senkaku atau Diaoyu. Dengan latar belakang ini, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida akan menyambut Biden, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Australia yang baru terpilih Anthony Albanese.

"The Quad menunjukkan kepada dunia bahwa kerja sama di antara negara-negara demokrasi dapat menyelesaikan hal-hal besar," kata Biden.

Sikap netral

AS, Australia, dan Jepang mendesak Tiongkok mengurangi pengaruhnya di kawasan Indo-Pasifik. Sementara India bersikap netral terhadap potensi penguasaan Tiongkok di wilayah itu.

"Quad memberi kesan bahwa itu fokus pada cara untuk melawan Tiongkok. Tapi India kemungkinan akan mengambil sikap netral," Kazuhiro Maeshima, seorang profesor politik AS di Universitas Sophia Tokyo, mengatakan kepada AFP.

"Agar tidak menekan India, (Jepang dan AS) mungkin fokus pada hal-hal seperti ekonomi dan perubahan iklim," tambahnya. (France24/Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT