23 May 2022, 15:58 WIB

Presiden Iran Serukan Pembalasan Pembunuhan Kolonel Garda Revolusi


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/IRNA.
 AFP/IRNA.
Sayyad Khodai.

IRAN akan membalas pembunuhan seorang kolonel Garda Revolusi yang ditembak mati di Teheran. Presiden Ebrahim Raisi memperingatkan itu pada Senin (23/5).

Penyerang dengan sepeda motor pada Minggu (22/5) membunuh Kolonel Sayyad Khodai dengan lima peluru saat dia duduk di mobilnya di luar rumahnya di Teheran. Iran menyalahkan elemen yang terkait dengan arogansi global. Ini istilahnya untuk musuh bebuyutannya yakni Amerika Serikat dan sekutu Washington, termasuk Israel.

Raisi berkata, "Saya berkeras pada pengejaran serius (para pembunuh) oleh pejabat keamanan. Saya tidak ragu bahwa darah martir besar ini akan dibalaskan. Tidak ada keraguan bahwa tangan arogansi global dapat terlihat dalam kejahatan ini." Ia menegaskan lagi pernyataan Garda hari sebelumnya.

Dia berbicara tepat sebelum mengunjungi Oman untuk bertemu dengan Sultan Haitham bin Tariq. Upacara peringatan untuk Khodai dijadwalkan di Teheran pada pukul 17.00 waktu setempat, meskipun belum jelas tempat atau waktu dia akan dimakamkan.

Korps Pengawal Revolusi Islam, badan ideologis militer Iran, menggambarkan Khodai sebagai, "Pembela tempat perlindungan." Ini istilah yang digunakan untuk mereka yang bekerja atas nama republik Islam di Suriah atau Irak.

Baca juga: Kolonel Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dalam Mobil

Iran mempertahankan pengaruh politik yang signifikan di kedua negara dan mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara di Suriah. Televisi pemerintah mencatat bahwa Khodai dikenal di Suriah. 

"Pembunuhan ini sedang diselidiki," kata juru bicara kepala staf gabungan angkatan bersenjata Iran, Jenderal Abolfazl Shakarji. Pembunuhan Khodai terjadi saat negosiasi antara Iran dan kekuatan dunia untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 yang macet terhenti sejak Maret. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT