23 May 2022, 13:33 WIB

Bobol Penjara Israel, Enam Warga Palestina Ditambah Hukuman Lima Tahun


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Jack Guez.
 AFP/Jack Guez.
Mohammad Ardah (kanan) menghadiri lewat Zoom pengadilan di Nazareth, 19 September 2021.

ENAM warga Palestina pada Minggu (22/5) dijatuhi hukuman tambahan lima tahun penjara karena melarikan diri pada 2021 melalui terowongan dari penjara di Israel utara. Ini dikatakan pengacara mereka kepada media Israel.

Keenamnya, yang sudah menjalani hukuman seumur hidup karena serangan anti-Israel, melarikan diri pada 6 September tahun lalu dari penjara Gilbao melalui terowongan yang digali di bawah bak cuci. Dipuji sebagai pahlawan oleh warga Palestina, pelarian mereka memicu perburuan besar-besaran oleh bala bantuan tentara dan drone sebelum mereka ditangkap dua minggu kemudian.

Selain hukuman penjara tambahan, orang-orang itu masing-masing didenda 5.000 shekel (sekitar US$160). "Klien saya mengatakan kepada pengadilan bahwa dia tidak menyesali pelarian itu karena dia tidak akan rugi apa-apa," kata pengacara Raslan Mahajana kepada wartawan.

Di antara yang melarikan diri ialah Mahmud Ardah, anggota kelompok Jihad Islam militan. Ia dianggap sebagai dalang dari operasi tersebut.

Baca juga: PM Australia Anthony Albanese Pengkritik Keras Israel

Setelah dia ditangkap kembali, Ardah mengatakan dia telah menggunakan sendok, piring, dan bahkan pegangan ketel untuk menggali terowongan. Dia melarikan diri bersama Zakaria al-Zubeidi, kepala cabang bersenjata partai Fatah pimpinan Mahmud Abbas.

Saudaranya, Daoud al-Zubeidi, tewas pada 15 Mei dalam operasi tentara Israel di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki Israel. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT