23 May 2022, 10:37 WIB

Kolonel Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dalam Mobil


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/IRNA.
 AFP/IRNA.
Dua wanita berkabung di sebelah tubuh kolonel Pengawal Revolusi Iran Sayyad Khodai, setelah dia ditembak mati dalam mobilnya.

Iran mengatakan Pengawal kolonel ditembak mati dalam serangan Teheran

SEORANG kolonel Garda Revolusi (Revolutionary Guards) Iran ditembak mati di luar rumahnya di Teheran pada Minggu (22/5). Garda Revolusi menyalahkan pembunuhannya kepada penyerang yang terkait dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Pembunuhan Kolonel Sayyad Khodai ialah pembunuhan warga paling terkenal di Iran sejak pembunuhan ilmuwan nuklir top Mohsen Fakhrizadeh pada November 2020. Iran menuduh Israel mendalangi serangan terhadap konvoi Fakhrizadeh di dekat Teheran dan kemudian mengidentifikasi dia sebagai wakil menteri pertahanan.

Pada Minggu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan bahwa elemen yang terkait dengan arogansi global bertanggung jawab atas tindakan teroris yang merenggut nyawa Khodai. Arogansi global mereferensikan kepada AS dan sekutunya, termasuk Israel.

Dalam pernyataan yang diposting di situs web mereka, Garda mengatakan Khodai dibunuh dalam serangan bersenjata yang dilakukan oleh dua pengendara sepeda motor di jalan Mojahedin-e Eslam di Teheran di luar rumahnya. Garda sebagai badan ideologis militer Iran menggambarkan Khodai sebagai pembela tempat perlindungan, istilah yang digunakan untuk siapa saja yang bekerja atas nama republik Islam di Suriah atau Irak.

Iran memiliki pengaruh yang cukup besar di Irak, rumah bagi tempat-tempat suci utama Syiah. Dikatakan, Iran memiliki penasihat militer yang ditugaskan untuk melatih sukarelawan asing. Jenderal Qasem Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds, bagian dari operasi asing Garda Revolusi, tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di ibu kota Irak, Baghdad, pada Januari 2020. 

Baca juga: Badan Keamanan Israel Ungkap Cara Agen Iran Pikat Warganya

Republik Islam juga merupakan sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mendukung pemerintahnya dalam perang saudara 11 tahun di negara itu. Teheran mengatakan telah mengerahkan pasukan di Suriah atas undangan Damaskus, tetapi hanya sebagai penasihat. Televisi pemerintah mengatakan bahwa Khodai terkenal di Suriah, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Lima peluru 

Kantor berita resmi IRNA mengatakan Khodai terbunuh oleh lima peluru saat dia kembali ke rumah sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Agensi menerbitkan gambar-gambar yang menunjukkan seorang pria yang melorot dari kursi pengemudi mobil putih dengan darah di sekitar kerah kemeja birunya dan lengan kanan atas.

Dia mengenakan sabuk pengaman kendaraan dan jendela depan di sisi penumpang ada bekas tembakan. Juru bicara kementerian luar negeri Saeed Khatibzadeh menyesalkan pembunuhan Khodai.

"Kejahatan tidak manusiawi ini dilakukan oleh unsur-unsur teroris yang terkait dengan arogansi global," katanya dalam suatu pernyataan. Ia mencela kebisuan negara-negara yang berpura-pura memerangi terorisme.

Pengawal mengatakan mereka meluncurkan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyerang itu. Kantor berita Fars melaporkan bahwa jaksa penuntut negara mengunjungi lokasi pembunuhan dan memerintahkan identifikasi cepat dan penangkapan para pembuat tindakan kriminal ini.

Beberapa jam sebelumnya pada Minggu, Garda mengatakan mereka telah menangkap sekelompok preman yang terkait dengan badan intelijen rezim Zionis (Israel). Suatu pernyataan mengatakan para tersangka terlibat dalam serangkaian kejahatan, termasuk perampokan, penculikan, dan vandalisme.

Baca juga: PM Australia Anthony Albanese Pengkritik Keras Israel

Pembunuhan Khodai terjadi saat negosiasi antara Iran dan kekuatan dunia untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 terhenti sejak Maret. Salah satu poin utama yang mencuat yakni permintaan Teheran untuk menghapus Garda dari daftar terorisme AS. Ini permintaan yang ditolak oleh Washington.

Perjanjian 2015 memberikan keringanan sanksi Iran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya untuk mencegah Teheran mengembangkan bom atom, sesuatu yang selalu disangkal ingin dilakukan negara itu. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT