22 May 2022, 23:46 WIB

Kekalahan Scott Morrison Kabar Baik Buat Indonesia


Cahya Mulyana | Internasional

AFP
 AFP
PM Australia Scott Morrison

PEMILU Australia yang digelar Sabtu (21/5) telah memberikan kabar baik buat kandidatnya asal Partai Buruh, Anthony Albanese. Meskipun hasil perhitungan suara resmi belum diumumkan, calon Perdana Menteri (PM) petahana Scott Morrison telah mengakui kekalahan berdasarkan jajak pendapat.

Kemenangan Albanese memberikan titik terang bagi Indonesia. Pasalnya pemimpin Partai Buruh itu dinilai dapat memperkuat hubungan bilateral Australia-Indonesia.

Hal itu diungkapkan pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Bandung Teuku Rezasyah. Menurut dia Albanese dapat diajak untuk melanjutkan kesepakatan dengan Indonesia yang tertuang dalam Lombok Treaty.

Diketahui Lombok Treaty merupakan perjanjian antara Australia dan Indonesia yang menyediakan kerangka kerja untuk mengatasi tantangan keamanan tradisional dan non-tradisional. Perjanjian ini memberikan kerangka hukum yang kuat untuk mendorong dialog bilateral, pertukaran, dan pelaksanaan kegiatan secara kooperatif.

Perjanjian ini memperkuat komitmen untuk bekerja sama dalam pertahanan, penegakan hukum, anti-terorisme, keamanan maritim, serta tentang manajemen dan tanggap darurat.

"Anthony Albanese diperkirakan akan meneruskan tradisi Partai Buruh Australia, yang realistis dengan perkembangan di Indonesia. Dalam hal ini, sangatlah penting melanjutkan komitmen bersama yang telah tertera dalam Lombok Treaty, yang telah ditandatangani tahun 2006 silam," kata Rezasyah kepada Media Indonesia, Minggu (22/5).

Menurut dia hubungan Australia-Indonesia sebenarnya telah mencapai tingkatan sahabat sejati. Terbukti dari peningkatan perdagangan dan investasi Australia di Indonesia, walaupun Covid-19 mendera Indonesia. Rasa saling percaya semakin terbangun, dengan seringnya Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara bertemu langsung Dalam sebuah Forum 2+2.

"Keadaan ini memungkinkan kedua negara berdiskusi secara tulus, dan berhari-hati menyusun kerangka hubungan bilateral secara lebih kuat dan mendalam," paparnya.

Ia mengatakan kedua negara juga sudah menjalin berbagai kesepahaman. Mulai kesepakatan yang dapat dinyatakan secara terbuka maupun yang tidak dibuka ke publik.

Rezasyah mengatakan Indonesia semakin penting bagi Australia. Pasalnya Indonesia yang berani membuktikan kedaulatannya di daratan, lautan, dan udara Australia.

"Secara tidak langsung juga sikap Indonesia itu meningkatkan rasa aman Australia," jelasnya.

Perihal Indo-Pasifik dan Laut China Selatan (LCS), lanjut dia, Indonesia dan Australia perlu meningkatkan kualitas kerja sama pertahanan dan keamanan. "Dengan cara turut membangun solidaritas bersama, seandainya keadaan di LCS memburuk," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT