21 May 2022, 12:13 WIB

Anggota Parlemen AS Dorong FBI Selidiki Kematian Jurnalis Palestina


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Jaafar Ashtiyeh.
 AFP/Jaafar Ashtiyeh.
Para pengunjuk rasa berdiri memegang batu di depan asap dari ban yang terbakar selama bentrokan dengan pasukan Israel.

LEBIH dari 50 anggota parlemen AS pada Jumat (21/5) meminta FBI untuk menyelidiki pembunuhan di Tepi Barat, Palestina, terhadap reporter Al Jazeera Shireen Abu Akleh. Permintaan ini dilakukan meskipun Israel menjanjikan penyelidikan.

Sebanyak 57 anggota DPR, sebagian besar Demokrat berhaluan kiri dan dipimpin oleh Andre Carson, mencatat bahwa Abu Akleh memegang kewarganegaraan AS dan menunjuk ada perselisihan tentang cara dia meninggal pada 11 Mei. "Mengingat situasi lemah di wilayah tersebut dan laporan yang saling bertentangan seputar kematian Ms. Abu Akleh, kami meminta Departemen Luar Negeri dan Biro Investigasi Federal meluncurkan penyelidikan atas kematian Ms. Abu Akleh," tulis mereka dalam suatu surat.

"Sebagai orang Amerika, Ms. Abu Akleh berhak atas perlindungan penuh yang diberikan kepada warga AS yang tinggal di luar negeri," tulis mereka kepada Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Direktur FBI Christopher Wray. Al Jazeera dan Palestina mengatakan pasukan Israel membunuh Abu Akleh, seorang jurnalis terkemuka, saat dia meliput serangan tentara Israel di Jenin, di utara Tepi Barat yang dijajah Israel.

Baca juga: Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina saat Bentrokan di Tepi Barat

Israel mengatakan dia mungkin telah dibunuh oleh tembakan kelompok Palestina atau tembakan nyasar dari seorang tentara Israel. Duta Besar Israel untuk Washington, Michael Herzog, mengatakan dia berkecil hati dengan surat itu dan Israel telah mengupayakan penyelidikan bersama dengan Otoritas Palestina (PA) yang akan mencakup peran pengamat AS.

"Seruan kami ditolak mentah-mentah oleh PA yang secara sinis menggunakan kematian Abu Akleh untuk menghasut kampanye propaganda anti-Israel," katanya. Dia malah meminta Kongres untuk menekan pihak Palestina dalam penyelidikan dengan alasan pasukan Israel tidak akan pernah dengan sengaja menargetkan kalangan pers.

Baca juga: Kisah Ketakutan dan Kesedihan Warga Jenin Palestina

Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa pihaknya yakin Israel dapat melakukan penyelidikan yang kredibel. Namun Blinken juga mengkritik polisi Israel karena penggunaan kekuatannya selama pemakaman Abu Akleh. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT