19 May 2022, 22:02 WIB

Israel tidak akan Selidiki Pembunuhan Jurnalis Palestina-Amerika


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Mahmud Hams.
 AFP/Mahmud Hams.
Pemuda Palestina mengadakan pemakaman tiruan untuk reporter Al-Jazeera yang terbunuh Shireen Abu Akleh di Kota Gaza pada 17 Mei 2022.

PASUKAN militer Israel tidak akan menyelidiki pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh yang ditembak mati oleh pasukan Israel saat meliput serangan di Jenin pekan lalu. Hal itu dilaporkan media Israel, Haaretz, sebagaimana dilansir dari Middle East Eye, pada Selasa (17/5). 

Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer tentara Israel, yang dikenal dengan bahasa Ibraninya, Metzah, tidak berencana menyelidiki pembunuhan jurnalis berusia 51 tahun itu. Mereka mengeklaim bahwa tidak ada kecurigaan ada tindakan kriminal.

"Alasan utamanya yaitu tidak ada kecurigaan tindakan kriminal. Tentara bersaksi bahwa mereka tidak melihat jurnalis sama sekali dan mengarahkan tembakan ke orang-orang bersenjata yang memang berada di dekatnya," lapor Haaretz.

Abu Akleh, seorang jurnalis Al Jazeera, ditembak mati pada 11 Mei saat meliput penggerebekan kamp pengungsi Jenin oleh unit komando Israel, Duvdevan. 

Menyusul kecaman luas atas pembunuhan tersebut oleh tokoh-tokoh Palestina, Amerika, dan Eropa, pasukan Israel mengeluarkan hasil penyelidikan sementara. Hasilnya, mereka tidak dapat menentukan individu yang menembakkan peluru untuk membunuh Abu Akleh. Laporan Israel juga menyarankan penembak Palestina mungkin bertanggung jawab atas hal itu.

Namun penyelidikan visual oleh Middle East Eye atas kematian Abu Akleh terhadap lokasi sejumlah peristiwa penting pada Rabu (18/5) serta kesaksian dari para saksi meragukan klaim Israel bahwa jurnalis veteran itu dapat dibunuh oleh tembakan kelompok Palestina. Para saksi mata mengatakan tidak ada baku tembak pada saat itu dan orang-orang bersenjata Palestina jauh dari tim enam wartawan.

Pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya juga mengatakan kepada wartawan bahwa tentara 150 meter dari Abu Akleh berulang kali menembak sekitar waktu kematiannya.

Tidak mampu atau tidak mau

Pasukan Israel jarang menyelidiki insiden ketika gerilyawan Palestina terbunuh di Tepi Barat dan Jalur Gaza, tetapi kadang-kadang menyelidiki penembakan dan pembunuhan warga sipil Palestina, meskipun ada tekanan dari partai sayap kanan. Dalam kasus Abu Akleh, penyelidikan semacam itu akan mengharuskan tentara Israel untuk menanyai tentara sebagai tersangka potensial dalam penyelidikan kriminal yang akan membuat marah militer dan menghasilkan oposisi yang kuat.

Yesh Din, LSM Israel, mengatakan mekanisme penegakan hukum tentara tidak lagi repot-repot memberikan kesan menyelidiki. "Delapan puluh persen pengaduan yang diajukan ditolak tanpa penyelidikan pidana," tegasnya.

Tampaknya politik dan citra lebih penting daripada kebenaran dan keadilan. "Tentara yang menyelidiki dirinya sendiri dalam kasus serius seperti ini sekali lagi membuktikan bahwa mereka tidak mampu atau tidak mau melakukan penyelidikan yang adil dan efektif."

Baca juga: Anggota Knesset Mundur, Pemerintah Israel Kini Minoritas dalam Parlemen

Pekan lalu, Otoritas Palestina menolak mengadakan penyelidikan bersama atas kematian dengan Israel atau menyerahkan peluru fatal untuk pemeriksaan forensik. Mereka mengatakan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas kematian jurnalis itu.

Pasukan Israel menindak pemakaman Abu Akleh pada Jumat dengan menyerang pelayat yang membawa peti matinya saat mereka meninggalkan rumah sakit menuju gereja di Kota Tua Jerusalem. Sekelompok kecil politisi meminta pemerintah AS untuk menyelidiki pembunuhan Abu Akleh di tangan tentara Israel dan mendesak pemerintah Biden untuk membatasi bantuan militer ke Israel atas tragedi itu. (OL-14)

BERITA TERKAIT