18 May 2022, 15:43 WIB

ICC Kirim Tim Investigasi Terbesar yang Pernah ada ke Ukraina


Nur AivanniĀ  | Internasional

AFP
 AFP
Kendaraan mobilitas infanteri Rusia GAZ Tigr hancur akibat pertempuran di Kharkiv, yang terletak sekitar 50 km dari perbatasan Ukraina-Rusia

MAHKAMAH Pidana Internasional (ICC), pada Selasa (17/5), mengirim tim beranggotakan 42 orang ke Ukraina untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang sejak invasi Rusia.

Dalam sebuah pernyataan, kepala jaksa ICC Karim Khan mengatakan bahwa tim tersebut terdiri dari penyelidik, ahli forensik dan staf pendukung dan akan bekerja dengan pihak berwenang Ukraina.

Baca juga: Iran Sita Kapal Tanker Asing yang Diduga Penyelundup Bahan Bakar

"Ini merupakan pengerahan terbesar yang pernah dilakukan oleh kantor saya sejak didirikan," kata Khan. ICC didirikan pada tahun 2002 untuk menyelidiki kejahatan terburuk di dunia.

Tim, tambahnya, akan memajukan penyelidikan mereka atas kejahatan yang termasuk dalam yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional dan memberikan dukungan kepada otoritas nasional Ukraina.

Khan berterima kasih kepada Belanda, tempat pengadilan itu bermarkas, karena mengirimkan sejumlah besar pakar nasional Belanda untuk membantu misi tersebut. ICC, katanya, juga akan bekerja dengan para ahli Prancis yang sudah berada di Ukraina.

Jaksa ICC mengumumkan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan hanya empat hari setelah invasi Rusia pada 24 Februari.

Khan mengunjungi Ukraina pada April, dengan melakukan perjalanan ke pinggiran kota Kyiv, Bucha, di mana wartawan AFP melihat sedikitnya 20 mayat tergeletak di jalan-jalan pada 2 April.

Ukraina telah menyalahkan ratusan pembunuhan sipil pada pasukan Rusia, tetapi Rusia telah membantah bertanggung jawab atas kematian itu dan menggambarkan peristiwa di Bucha sebagai palsu.

Dikatakan Khan, tim penyelidik ICC yang tiba di Ukraina sekarang akan mengejar petunjuk dan mengumpulkan kesaksian saksi yang relevan dengan serangan militer.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan dia telah membahas masalah itu dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba yang sedang berkunjung pada Selasa.

"Salah satu cara kami mendukung adalah melalui tim investigasi forensik Belanda bahwa minggu ini akan bergabung dengan penyelidikan kejahatan perang di Ukraina," cuit Rutte di Twitter.

Kuleba mengatakan ada tanda-tanda yang sangat positif tentang membawa pelaku ke pengadilan, dengan mengutip persidangan yang sedang berlangsung di Belanda atas kasus penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina timur pada tahun 2014.

"Para pelakunya akan diidentifikasi dan dihukum," kata Kuleba dalam konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Belanda Wopke Hoekstra.

Ukraina, tambahnya, juga sepenuhnya mendukung gagasan untuk membentuk pengadilan khusus untuk menuntut kejahatan agresi oleh Rusia, kejahatan yang tidak dapat dituntut oleh ICC. (CNA/OL-6)

BERITA TERKAIT