17 May 2022, 22:42 WIB

Hizbullah Kalah, Kaum Reformis Naik dalam Pemilu Libanon


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Louai Beshara.
 AFP/Louai Beshara.
Menteri Dalam Negeri Libanon Bassam Mawlawi berbicara selama konferensi pers saat ia mengumumkan hasil akhir Pemilu, Beirut, Senin (16/5).

KELOMPOK Syiah Hizbullah dan sekutunya kehilangan mayoritas mereka di parlemen Libanon. Hasil resmi menunjukkan itu pada Selasa (17/5). Kelompok independen mencapai terobosan mengejutkan.

Hasil lengkap yang diumumkan oleh kementerian dalam negeri dua hari setelah pemilihan mengungkapkan bahwa tidak ada blok yang akan mengendalikan majelis 128 kursi. Ini merupakan kebuntuan yang dikhawatirkan para pengamat dapat mengantarkan pada periode ketegangan politik.

Jajak pendapat, yang pertama sejak Libanon dirusak oleh krisis ekonomi terburuknya dan ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada 2020, dipandang sebagai prasyarat untuk bailout IMF yang penting. Hizbullah yang didukung Iran dan sekutu utamanya mendapat dukungan dari sekitar 70 anggota parlemen di parlemen, tetapi sekarang akan kekurangan 65 kursi yang dibutuhkan untuk mempertahankan mayoritas.

Lawan terkuat mereka di parlemen akan dipimpin oleh partai Pasukan Kristen Libanon (Christian Lebanese Forces) besutan mantan panglima perang Samir Geagea. Mereka meraih beberapa kursi baru di belakang kampanye anti-Hizbullah yang keras.

Wajah-wajah reformis baru yang memasuki perlombaan legislatif tentang nilai-nilai pemberontakan antikemapanan 2019 membuat pertunjukan lebih kuat yang telah diprediksi banyak orang. Setidaknya 13 orang independen yang mendukung gerakan protes 2019 memenangkan kursi. Dua belas dari mereka akan duduk di parlemen untuk pertama kali.

Analis Ziad Majed mengatakan bahwa konteks ekonomi dapat menguntungkan kaum reformis yang untuk pertama kali akan mendorong dari dalam parlemen, bukan hanya sebagai orang luar. "Ini akan menciptakan tekanan politik dan populer bagi reformis dan kekuatan perubahan untuk bekerja sama," katanya.

Baca juga: Hizbullah di Parlemen Libanon Ingatkan Saingannya tidak Bela Israel

Hanya delapan perempuan yang dipilih menjadi anggota parlemen. Salah satu kemenangan paling menonjol yang diraih oleh orang-orang independen ialah pemilihan Elias Jradeh dan Firas Hamdan di Libanon selatan untuk kursi yang selalu dikuasai Hizbullah dan sekutunya selama tiga dekade. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT