16 May 2022, 21:31 WIB

Putin: Swedia, Finlandia Masuk NATO bukan Ancaman tapi Picu Respons


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Alexander Nemenov.
 AFP/Alexander Nemenov.
Vladimir Putin.

PRESIDEN Vladimir Putin mengatakan pada Senin (16/5) bahwa sementara Rusia tidak melihat keputusan Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO sebagai ancaman. Namun penyebaran infrastruktur militer di sana dapat memicu tanggapan dari Moskow.

Perluasan NATO ke Swedia dan Finlandia, "Tidak menimbulkan ancaman langsung bagi kami tetapi perluasan infrastruktur militer ke wilayah-wilayah ini pasti akan memancing tanggapan kami," kata Putin dalam pertemuan puncak Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (Collective Security Treaty Organisation) yang disiarkan televisi. Aliansi militer yang dipimpin Moskow mencakup enam negara bekas Uni Soviet yakni Rusia, Belarus, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan.

"Ini masalah yang dibuat sepenuhnya secara artifisial, karena dilakukan untuk kepentingan kebijakan luar negeri Amerika Serikat," kata Putin. Ia menambahkan bahwa NATO telah menjadi instrumen kebijakan luar negeri satu negara. "Semua ini memperburuk lingkungan keamanan internasional yang sudah sulit," kata Putin.

Baca juga: Putin: Sanksi Lebih Merugikan Barat daripada Rusia

Finlandia dan Swedia siap untuk membuang dekade nonblok militer untuk bergabung dengan NATO sebagai pertahanan terhadap agresi yang ditakuti dari Rusia setelah Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari. Finlandia mengumumkan niatnya untuk bergabung dengan NATO pada Minggu ketika partai yang berkuasa di Swedia mengatakan pihaknya mendukung keanggotaan.

Salah satu pembenaran Rusia untuk kampanye militer di Ukraina yaitu perambahan NATO ke perbatasan baratnya. Namun, Moskow sekarang akan melihat Finlandia, yang berbagi perbatasan 1.300 kilometer (800 mil), bergabung dengan aliansi tersebut. Berbicara pada pertemuan CSTO yang diselenggarakan di Moskow, Presiden Belarusia dan sekutu dekat Putin, Alexander Lukashenko, ialah satu-satunya pemimpin lain dari blok enam negara yang membahas ekspansi NATO dan mendukung aksi militer di Ukraina.

"NATO secara agresif membangun kekuatannya, kemarin menarik Finlandia dan Swedia yang netral," kata Lukashenko yang pada Februari mengizinkan pasukan Rusia memasuki Ukraina dari wilayah Belarusia. Dia juga menuduh Washington memiliki keinginan untuk memperpanjang sebanyak mungkin konflik di Ukraina. "Tanpa gerak cepat negara kita, mungkin tidak ada hari esok," kata Lukashenko.

Baca juga: Swedia akan Dialog dengan Turki tentang Rencana Masuk NATO

Sebelumnya pada Senin, Kremlin mengatakan keanggotaan NATO Finlandia dan Swedia tidak akan meningkatkan keamanan di Eropa. Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov menyebutnya sebagai kesalahan besar dengan konsekuensi yang luas. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT