14 May 2022, 15:15 WIB

Pasukan Israel Serang Prosesi Pemakaman Jurnalis Al Jazeera


Nur Aivanni | Internasional

RONALDO SCHEMIDT / AFP
 RONALDO SCHEMIDT / AFP
Pemakaman wartawan veteran Al Jazeera Shireen Abu Akleh

RIBUAN orang memadati Kota Tua Yerusalem pada Jumat untuk pemakaman wartawan veteran Al Jazeera Shireen Abu Akleh, setelah polisi Israel menyerbu prosesi pemakaman.

Tayangan televisi menunjukkan pengusung jenazah berusaha untuk mencegah peti jenazah Abu Akleh agar tidak jatuh ke tanah ketika petugas polisi yang memegang tongkat menyerbu ke arah mereka, merebut bendera Palestina dari para pelayat.

Menurut Bulan Sabit Merah Yerusalem, 33 orang terluka selama prosesi itu dan enam di antaranya dirawat di rumah sakit.

Polisi Israel mengatakan mereka melakukan enam penangkapan. Seorang pejabat pemerintah mengatakan pelayat telah melemparkan batu dan botol kaca.

Kematian Abu Akleh dalam serangan Israel di Jenin pada Rabu membuat Israel dan Palestina saling menyalahkan.

Saat jenazahnya meninggalkan rumah sakit St Joseph di Yerusalem timur yang dicaplok Israel, polisi Israel menyerbu pelayat yang mengibarkan bendera Palestina.

Baca juga: Lima Tewas dalam Serangan Udara Israel di Suriah

Negara Yahudi itu melarang pengibaran bendera Palestina di depan umum dan secara rutin melakukan intervensi terhadap mereka yang mengaraknya di demonstrasi atau pertemuan lainnya.

Polisi mengatakan mereka telah memperingatkan massa untuk menghentikan lagu-lagu nasionalis dan terpaksa untuk bertindak saat perusuh kekerasan mencoba mengganggu jalannya pemakaman.

Namun tokoh Palestina terkemuka Hanan Ashrawi mengatakan tuduhan polisi terhadap pengusung jenazah menunjukkan ketidakmanusiawian Israel.

"Amerika Serikat sangat terganggu melihat gambar polisi Israel yang mengganggu prosesi pemakamannya," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.

"Setiap keluarga berhak untuk dapat membaringkan orang yang mereka cintai untuk beristirahat dengan cara yang bermartabat dan tanpa hambatan," katanya.

Dalam cuitan di Twitter, Uni Eropa pun menyampaikan bahwa mereka terkejut dengan kekerasan di kompleks Rumah Sakit St Joseph dan tingkat kekuatan yang tidak perlu yang dilakukan oleh polisi Israel selama prosesi pemakaman. (AFP/OL-4)

BERITA TERKAIT