14 May 2022, 13:48 WIB

Bertemu Menlu G7, Menlu Retno Bahas Isu Pangan Hingga G20


Nur Aivanni | Internasional

Antara
 Antara
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersiap mengikuti rapat kerja di DPR.

MENTERI Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menghadiri pertemuan Menlu G7 secara daring, dalam kapasitas Indonesia sebagai Presiden G20.

Itu merupakan pertemuan pertama presidensi G20 dengan G7 secara kelompok (pada tingkat Menteri Luar Negeri). Sebelumnya, engagement dilakukan dengan masing-masing negara anggota G20, baik dari G7 maupun non-G7.

Pertemuan tersebut membahas dua isu penting, yaitu isu ketahanan pangan akibat perang di Ukraina dan isu G20. Terkait isu ketahanan pangan, Retno menyampaikan bahwa perang di Ukraina telah berdampak pada ketahanan pangan global. 

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Perang di Ukraina Perburuk Perekonomian Dunia

"Dampak ini sangat dirasakan, terutama oleh negara berkembang," ujar Retno dikutip dari laman kemlu.go.id, Sabtu (14/5).

Upaya harus dilakukan agar isu kelangkaan dan harga pangan yang tinggi dapat dicegah. Termasuk, tidak memasukkan pangan dalam sanksi. Dalam kaitan itu, Indonesia juga mengingatkan pentingnya pupuk, sebagai bagian upaya menjaga ketahanan pangan.

Baca juga: DK PBB Kutuk Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera

Menyoroti G20, negara-negara G7 memahami situasi kompleks dan sulit yang dihadapi saat ini. Semua negara G7 pun memberikan dukungan terhadap Presidensi Indonesia.

Pertukaran pandangan antara Menlu Retno dan Menlu G7 dalam pertemuan tersebut berjalan sangat positif. Tidak ada satupun yang menginginkan G20 terpecah. Diskusi dilaksanakan dengan spirit mencari solusi terhadap situasi yang tidak mudah.

Menlu Retno juga menyampaikan undangan kepada para Menlu G7 untuk hadir pada pertemuan Menlu G20 di Bali pada Juli mendatang. Dalam hal ini, untuk melanjutkan diskusi secara terbuka dan konstruktif.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT