12 May 2022, 21:32 WIB

Penguasa Qatar Kunjungi Iran Bahas Nuklir sampai Piala Dunia


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Kepresidenan Iran.
 AFP/Kepresidenan Iran.
Presiden Iran Ebrahim Raisi (kanan) mengadakan konferensi pers bersama dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani.

PENGUASA atau Emir Qatar bertemu dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi di Teheran, Kamis (12/5). Pertemuan terjadi ketika pembicaraan tersendat untuk membawa Washington kembali ke kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan negara-negara besar.

Kunjungan satu hari oleh Emir, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, datang ketika koordinator Uni Eropa untuk pembicaraan nuklir, Enrique Mora, mengadakan pertemuan hari kedua di Teheran dengan kepala perunding Iran Ali Bagheri.

Qatar, sekutu dekat AS, telah menambahkan sengketa nuklir Iran ke daftar titik panas diplomatik. Ia telah berusaha untuk memainkan peran mediasi di belakang layar. Emir telah menyerukan lebih banyak dialog untuk menyelesaikan kebuntuan.

Washington secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir di bawah presiden saat itu Donald Trump pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi ekonomi besar-besaran. Ini mendorong Iran untuk mulai membatalkan komitmennya sendiri.

Presiden Joe Biden mengatakan dia ingin Amerika Serikat kembali ke kesepakatan, tetapi pembicaraan tentang mekanisme telah terhenti sejak Maret. Tidak seperti beberapa tetangga Teluk Arabnya, Qatar telah mempertahankan hubungan dekat dengan Iran dan kedua negara berbagi gas alam terbesar di dunia.

Baca juga: Serangan Israel paling Mematikan di Suriah, Sembilan Tewas

Kantor berita negara Iran IRNA mengatakan, "Mencairkan aset Iran, kerja sama dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2022, mengejar pertukaran tahanan, dan kerja sama di bidang energi," juga menjadi agenda kunjungan Emir. 

Iran telah menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah bagi penonton untuk putaran final Piala Dunia di Qatar pada November di pulau resor terdekatnya, Kish. Ia membebaskan biaya visa bagi pengunjung dengan harapan menarik penggemar ke pulau itu. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT