12 May 2022, 09:48 WIB

Ferdinand Marcos Jr Janjikan Persatuan


Cahya Mulyana | Internasional

AFP/Ron LOPEZ
 AFP/Ron LOPEZ
Kandidat Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr

CALON Presiden Filipina yang memperoleh suara terbanyak sementara Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr menekankan pesan persatuan. Ia juga mengungkapkan rencananya agar Filipina terbebas dari krisis ekonomi dan energi.

Pernyataan itu diungkap Marcos Jr setelah kemunculan data kemenangan telaknya dalam pemilihan presiden. 

“Saya dipandu oleh fakta bahwa 31 juta warga negara kita memilih untuk bersatu,” kata Marcos, 64, dalam pidato pada Rabu (11/5).

Baca juga: Manny Pacquiao KO di Pilpres Filipina, Hanya Raih 6,8% Suara

Berbicara di markas besarnya di Kota Mandaluyong, Marcos memaparkan rencana untuk Filipina begitu pemerintahannya dimulai. Prioritas utamanya termasuk mengatasi krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi covid-19 dan ancaman krisis ekonomi serta energi.

"Kita berurusan dengan ini pertama, krisis ekonomi, krisis energi, kurangnya pekerjaan, pendidikan, dan infrastruktur. Semua bidang ini yang akan menjadi kritis dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

Dia juga berjanji untuk terus bekerja sama dengan pihak yang ingin membantu pemerintahan. Yang tidak kalah penting, Marcos meminta dunia menilainya dari kinerja selama menjabat sebagai presiden.

Pada hari yang sama, tepatnya pukul 19:32 waktu setempat, hasil perhitungan suara sementara menunjukkan Marcos Jr telah memenangkan 31.091.482 suara dalam pemilihan yang digelar 9 Mei. 

Itu artinya Marcos Jr memimpin dari saingan utamanya yang saat ini menjabat Wakil Presiden Maria Leonor Leni Robredo dengan lebih dari 16 juta suara.

Kandidat lain, Robredo, 57, mantan pengacara hak asasi manusia, sejauh ini telah mencetak 14,82 juta suara. Data itu muncul dari Komisi Pemilihan Filipina. 

Selama pidatonya, Marcos mengumumkan pasangannya Sara Duterte telah setuju untuk memimpin Departemen Pendidikan. 

“Jadi, Sara bilang dia mampu. Saya bertanya apakah dia bisa melakukan pekerjaan itu karena pekerjaan Menteri Pendidikan itu berat. Tapi dia setuju," katanya.

“Saya pikir sebagian karena dia adalah seorang ibu dan dia ingin memastikan bahwa anak-anaknya terlatih dan terdidik dengan baik. Itulah motivasi terbaik yang bisa kami harapkan.”

Marcos adalah mantan senator dan satu-satunya putra mendiang presiden Ferdinand Marcos, yang rezim otoriternya diwarnai dengan korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia. 

Pada 1986, keluarga Marcos melarikan diri ke pengasingan di Hawaii setelah Revolusi Kekuatan Rakyat mengakhiri kekuasaan Marcos selama 20 tahun.

Bagi para pengkritiknya, pencalonan Marcos Jr adalah upaya yang disengaja untuk mengambil kembali kekuasaan yang pernah menjadi milik keluarga Marcos. 

Dalam pemilihan wakil presiden, Duterte juga memimpin dengan lebih dari 31,55 juta suara. Di urutan kedua adalah Kiko Pangilinan, pasangan Robredo, yang sejauh ini telah memenangkan sekitar 9,2 juta suara. (CNA/OL-1)

BERITA TERKAIT