12 May 2022, 09:25 WIB

Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera, Kelompok Arab Kirim Tiga Surat ke PBB


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Said Khatib.
 AFP/Said Khatib.
Wartawan mengutuk pembunuhan jurnalis veteran Al-Jazeera Shireen Abu Akleh di Rafah di Jalur Gaza selatan, Rabu (11/5).

SEJUMLAH negara Arab di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (11/5) menyerukan penyelidikan internasional independen atas pembunuhan jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, yang ditembak mati saat meliput serangan tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki.

"Kelompok Arab di New York mengadopsi pernyataan yang mengutuk keras tindakan kriminal ini oleh otoritas pendudukan Israel dan menuntut penyelidikan independen internasional atas kejahatan ini," kata Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour.

Dia mengatakan perlu, "Untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini untuk menghadapi pertanggungjawaban mengenai kejahatan ini."

Mansour jelas kesal saat dia berbicara. Dia mengenal Abu Akleh, seorang Palestina-Amerika, secara pribadi.

Baca juga: Uni Eropa dan Amerika Serikat Desak Penyelidikan Pembunuhan Wartawan Al Jazeera

Tuntutan untuk penyelidikan internasional yang independen tertuang dalam tiga surat identik yang dikirim ke Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Dewan Keamanan PBB, dan presiden Majelis Umum, kata Mansour.

Seruan itu merupakan bagian dari seruan untuk penyelidikan kematian Abu Akleh. Saluran TV yang berbasis di Qatar itu menuduh bahwa pasukan Israel dengan sengaja dan dengan darah dingin menembak kepala Abu Akleh, 51, selama kerusuhan di kamp pengungsi Jenin.

Wartawan Al Jazeera lain, produser Ali al-Samudi, terluka dalam insiden itu. Padahal keduanya mengenakan helm dan rompi bertanda Press atau pers. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT