11 May 2022, 08:36 WIB

Menaker Ajak Delegasi G20 Gotong Royong Pulihkan Kondisi Ketenagakerjaan Global


Agus Utantoro | Internasional

MI/Agus Utantoro
 MI/Agus Utantoro
Menaker Ida Fauziyah menyampaikan Welcoming Dinner Speech di depan delegasi The 2nd G20 EWG Meeting di Prambanan.

MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengajak negara-negara anggota G20 bekerja sama dan bergotong royong memulihkan kondisi ketenagakerjaan global setelah terkena dampak pandemi covid-19.

Gotong royong dan kerja sama yang harmonis, katanya, dibutuhkan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai lebih efektif dan lebih cepat.

Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat menyampaikan Welcoming Dinner Speech di depan delegasi The 2nd G20 Employment Working Group (EWG) Meeting di Prambanan, Selasa (10/5) malam.

Baca juga: Pertemuan Kedua EWG Bahas Pengembangan UMKM dan Wirausaha

"Gotong royong atau kerja sama yang harmonis sangat penting bagi kita di sini untuk menyusun pendekatan dan tujuan kebijakan yang komprehensif untuk menjawab masalah yang dihadapi secara efektif. Ketika kita bekerja bersama sebagai satu, langit adalah satu-satunya batasan bagi kita," kata Menaker.

Gotong royong, jelasnya, merupakan salah satu falsafah nilai Indonesia. Gotong royong terdiri dari dua kata, yakni gotong dan royong. Gotong bermakna bekerja dan royong berarti bersama.

Nilai gotong royong ini, katanya, mengakar kuat dalam ideologi negara Indonesia dan menjadi dasar solidaritas masyarakat Indonesia. Nilai tersebut sangat relevan guna menjawab berbagai tantangan yang ada, termasuk dalam hal perburuhan dan ketenagakerjaan.  

"Nilai gotong royong sangat relevan dengan situasi kita saat ini," ucapnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, sebagai forum kerja sama ekonomi internasional yang bergengsi, semakin penting bagi Ekonomi Anggota G20, Negara Undangan, Organisasi Internasional dan Kelompok Keterlibatan untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam semangat multilateralisme untuk menyelesaikan tantangan global ini.

"Jadi dalam menciptakan lingkungan internasional yang mendukung, diperlukan kerja sama yang harmonis," ucapnya.

Seusai menyampaikan sambutan selamat datang, Menaker mempersilakan para delegasi negara anggota G20 untuk menikmati makan malam khas Indonesia dan pertunjukan budaya Sendratari Roro Jonggrang di Candi Prambanan.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. pada kesempatan itu, menyampaikan ucapan selamat datang dan memperkenalkan DIY  kepada delegasi G20.

"Adalah suatu kehormatan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk dapat menjadi Tuan Rumah pada Welcoming Dinner bagi Peserta Meeting G20 Bidang Ketenagakerjaan pada malam hari ini. Kehormatan itu sekaligus mengiringi ditunjuknya Yogyakarta sebagai tempat pelaksanaan Forum G20 pada Presidensi G20 Indonesia tahun 2022," kata Sri Sultan.

Sri Sultan berharap, kehadiran para peserta dapat membawa inspirasi bagi agenda-agenda pengembangan bidang ketenagakerjaan melalui kerja sama negara-negara anggota G20. 

"Saya yakin, para peserta akan diliputi antusiasme dan ide-ide cemerlang, untuk mendukung tercapainya misi menuju pasar tenaga kerja inklusif dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang produktif dan berkelanjutan. Di kesempatan yang baik ini, saya juga mengajak negara-negara anggota G20 untuk berinvestasi di Yogyakarta," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT