06 May 2022, 16:15 WIB

Selamatkan Warga Mariupol, PBB Kirim Konvoi Khusus


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Foto satelit kondisi Kota Mariupol, Ukraina, yang menjadi target serangan militer Rusia.

KONVOI terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan tiba di Kota Mariupol, Ukraina, pada Jumat waktu setempat, untuk mengevakuasi warga sipil dari pabrik baja yang terkepung. 

Pabrik tersebut menjadi kantong perlawanan terakhir terhadap invasi pasukan Rusia di Mariupol.

"Sebuah konvoi sedang menuju ke Azovstal besok pagi, dengan harapan membawa warga sipil yang tersisa di sana," ungkap Kepala Kemanusiaan PBB Martin Griffiths.

Wali Kota Mariupol memperkirakan sekitar 200 warga sipil masih berlindung dalam kondisi suram di terowongan bawah tanah pabrik era Soviet.

Baca juga: Zelensky: Tidak Ada Kesepakatan Gencatan Senjata Tanpa Penarikan Pasukan Rusia

Militer Rusia telah mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari di lokasi tersebut. Namun, seorang komandan Ukraina mengatakan masih ada pertempuran sengit di kompleks Azovstal.

Sepuluh minggu dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang, Rusia memfokuskan upayanya di timur dan selatan Ukraina. Serta, mengambil kendali penuh atas Mariupol, yang menjadi kemenangan besar bagi Moskow.

"Kami masih harus mengevakuasi warga sipil dari sana, perempuan dan anak-anak. Bayangkan saja, lebih dari dua bulan pengeboman terus-menerus dan kematian terus-menerus," tegas Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidatonya.

Baca juga: Jepang Akui Kesulitan Jika Memotong Impor Minyak Rusia

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan bahwa operasi lintas yang aman sedang berlangsung dalam koordinasi dengan PBB. Kedua organisasi telah bekerja sama untuk mengevakuasi sekitar 100 warga sipil dari kompleks tersebut.

Saat berbicara kepada Perdana Menteri Israel, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan militernya siap untuk mengizinkan warga sipil Ukraina pergi.

"Adapun militan yang tersisa di Azovstal, otoritas Ukraina harus memberi mereka perintah untuk meletakkan senjata," kata Putin.(AFP/OL-11)
 

 

BERITA TERKAIT